Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Februari 2017 | 19.39 WIB

Kami, Santri dan Warga NU di Belakang Ma’ruf Amin

Ketua Umum MUI, KH Ma - Image

Ketua Umum MUI, KH Ma

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menyatakan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) akan berdiri di belakang Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma’ruf Amin, jika terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan tim advokasinya melaporkannya ke polisi.



"Kiai Ma'ruf Amin tidak perlu khawatir akan rencana Ahok menuntut beliau karena kami, santri dan warga NU akan berdiri di belakang kiai," ujar Karding dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (1/2).



Anggota Komisi III DPR tersebut juga mengeluhkan, tuduhan adanya keterangan palsu yang disampaikan Ahok, terhadap Ma'ruf Amin dalam sidang penodaan agama tersbut. "Tuduhan Ahok yang disampaikan dengan nada keras, bahwa kiai berbohong, sungguh tak patut," katanya.



Soal tudingan Ahok dan tim advokasinya bahwa Kiai Ma’ruf Amin secara politik condong pada salah satu calon gubernur DKI Jakarta, menurut Karding itu adalah taktik Ahok untuk mempengaruhi opini khalayak luas dengan moment sidang yang mendakwa dirinya dengan kasus penodaan agama.



"Taktik itu, bisa saja berhasil membangun opini publik. Namun juga berisiko memicu dan memperluas ketegangan ke tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.



Sementara, Karding menambahkan, membangun opini bahwa Ma’ruf Amin mendapatkan pesanan dari salah satu kandidat calon gubernur DKI, gara-gara menerima kunjungan pasangan calon tersebut di PBNU, sangat berisiko menyinggung kaum nahdliyin yang merasa integritas kiai yang dihormatinya dirong-rong dengan rangkain cerita yang mengada-ada.



"Ada yang silaturrahim ke kiai di PBNU, ya diterima. Bahkan kalau Ahok datang ke PBNU untuk bertemu Kiai Ma’ruf Amin, saya yakin beliau juga akan menerima. Kiai tak lazim menolak kunjungan silaturrahim," tegasnya.




Karenanya, membangun opini dengan cerita gara-gara menerima kunjungan salah satu calon, berarti berpihak, bersekongkol untuk menjegal Ahok, menurut dia, sungguh dapat dianggap melecehkan integritas kiai Ma’ruf Amin, dan kiai-kiai NU lainnya.



"Mohon Ahok dan tim pengacaranya jangan sampai terkesan membuat drama-drama yang berpotensi memperluas ketegangan ke masyarakat luas," pungkasnya.(cr2/JPG)

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore