
Ilustrasi
JawaPos.com - CEO Cyrus Nusantara Hasan Nasbi selesai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (23/12). Hasan mengaku dicecar soal honor konsultan politik dari Calon Wali Kota Petahana Cimahi Atty Suharti, yang kini jadi tersangka.
"Karena ketemu kontrak kita kepada Bu Atty. Jadi, mereka curiga duit yang itu dipakai buat membayar kita," kata Hasan di depan gedung KPK.
Hasan menjelaskan, Atty yang akan maju dalam pilkada Cimahi merupakan kliennya. Cyrus melakukan survei terkait pilkada untuk Atty serta menjadi konsultan untuknya.
Survei dilakukan sekitar dua bulan lalu. Dia pun mendapat bayaran dari survei, namun tidak mau menyebutkan angka pastinya. Hasan juga tak tahu dari mana dana yang diberikan kepadanya berasal.
Hasan bercerita, kontrak jasa ini dilakukan dengan M. Itoc Tochija, suami Atty sekitar September lalu. Dia pun sampat ditanya penyidik soal hubungannya dengan kliennya.
"Ada pertanyaan ada 21 pertanyaan tapi enggak apa-apa semua clear kok," papar dia.
KPK menangkap tujuh orang dalam OTT di Bandung, Jawa Barat pada Kamis, 1 Desember 2016. Termasuk, suami-istri Atty dan Itoch Tochija.
Dalam penangkapan, KPK menyita uang sebesar Rp 500 juta dalam bentuk rekening tabungan. Uang itu merupakan uang yang diberikan dua orang pengusaha yaitu Triswara dan Hendriza kepada Atty dan Itoch.
Uang itu diberikan untuk memuluskan proyek pembangunan Pasar Atas Cimahi dengan nilai proyek Rp 57 miliar. Atty melalui suaminya meminta rekanan mengeluarkan fee sebesar Rp 6 miliar.
Saat ini, Atty ditahan di Rutan C1 KPK Kuningan, Jakarta. Sementara Itoch ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. (Put/jpg)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
