
Tersangka kasus dugaan penghasutan terkait unjuk rasa Laras Faizati memeluk pendukungnya saat mengikuti sidang vonis dirinya di Pengadilan Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.
JawaPos.com - Aktivis muda Laras Faizati akhirnya resmi menghirup udara bebas. Laras keluar dari Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Kamis (25/1) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Mengenakan baju ungu bertuliskan "Kritik Bukan Kriminal", Laras tampak sumringah saat disambut oleh keluarga, kerabat, dan tim kuasa hukumnya. Kebebasan ini menjadi babak baru bagi Laras setelah terjerat kasus hukum terkait aksi demo Agustus 2025.
Bagi Laras, momen keluar dari jeruji besi bukan sekadar prosedur hukum, melainkan kembalinya hak-hak dasarnya sebagai warga negara. Ia merasa bersyukur bisa kembali ke masyarakat untuk melanjutkan perjuangannya.
"Alhamdulillah aku hari ini dinyatakan bebas bersyarat, dan sudah keluar dari rutan. Rasanya hari ini kayak mendapatkan kemerdekaan kembali sebagai seorang rakyat Indonesia, sebagai seorang pemuda, sebagai seorang perempuan juga," ujar Laras ditemui JawaPos.com, Kamis (15/1).
Meski sempat mendekam di balik jeruji besi, ambisi Laras untuk berkontribusi pada isu sosial tidak padam. Ia berencana lanjut mendalami bidang Hubungan Internasional, komunikasi, dan media, sembari tetap menyuarakan hak asasi manusia (HAM).
Trauma dan Harapan pada Negara
Di balik senyumnya, Laras tak menampik adanya luka psikologis akibat kasus yang menimpanya. Ia mengakui ada ketakutan dan trauma yang membekas, bukan hanya pada dirinya, tetapi juga keluarga.
"Jujur, tentu aku ada ketakutan dan ada trauma ya. Karena disini yang terjerat itu bukan cuma aku, tapi banyak teman-teman pemuda dan perempuan juga. Dan yang terefek itu bukan aku doang, tapi juga keluarga dan teman-teman," tuturnya.
Laras menekankan bahwa keberanian perempuan untuk bersuara sangat bergantung pada jaminan keamanan dari negara. Ia berharap tidak ada lagi aktivis muda yang mengalami nasib serupa di masa depan.
"Negara harus bisa membangun ruang yang aman untuk kita bersuara, untuk kita berdaulat, untuk kita berekspresi. Dan semoga kasus aku pun akan menjadi refleksi ke depannya. Tidak akan ada lagi laras-laras yang perempuan atau pemuda yang sudah dibungkam," tegasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
