
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim usai diperiksa Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (23/6/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, pada Senin (23/6).
Nadiem diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook senilai Rp 9,9 triliun.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menjelaskan penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung mencecar Nadiem sebanyak 31 pertanyaan.
Puluhan pertanyaan itu dicecar penyidik Kejaksaan, sehingga Nadiem menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam, sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 20.50 WIB.
"Pemeriksaan itu dalam kapasitasnya sebagai Menteri terkait dengan penggunaan anggaran Rp 9,9 triliun ini dalam proyek pengadaan chromebook," kata Harli di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (23/6) malam.
Dalam pemeriksaan itu, kata Harli, penyidik mendalami soal rapat yang digelar pada Mei 2020. Rapat itu diduga mengkaji pengadaan laptop chromebook senilai Rp 9,9 triliun.
Ia tak memungkiri, pertanyaan penyidik juga melebar hingga mendalami soal peran staf khusus (stafsus) Nadiem Makarim dalam proyek pengadaan laptop chromebook.
Lebih lanjut, Harli juga memastikan pihaknya masih akan terus mendalami kasus tersebut melalui pemeriksaan saksi-saksi lainnya.
"Karena ini adalah domainnya penyidik kita tunggu bagaimana fakta-fakta ini nanti tentu juga masih dikonfirmasi kepada banyak pihak terkait dengan pengadaan ini," tegasnya.
Sementara, Nadiem memastikan dirinya masih berstatus sebagai saksi. Pernyataan itu disampaikan Nadiem setelah dirinya diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Senin (23/6) malam.
Nadiem menyampaikan terima kasih atas pihak Kejagung untuk mengedepankan azas keadilan dan praduga tidak bersalah dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook.
"Dalam kapasitas saya sebagai saksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap jajaran dan aparat dari Kejagung yang telah menjalankan proses hukum ini dengan baik, mengedepankan azas keadilan, transparansi, dan juga azas praduga tak bersalah," ujar Nadiem usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta Selatan.
Nadiem menyatakan, dirinya bersikap kooperatif dalam membantu proses hukum yang tengah diusut Kejagung, terkait kasus pengadaan laptop chromebook yang menelan anggaran negara sebesar Rp 9,9 triliun.
Lebih lanjut, Nadiem menekankan bahwa dirinya akan patuh terhadap proses penegakan hukum yang saat ini tengah diusut Jampidsus pada Kejagung.
"Saya bersikap kooperatif untuk membantu menjernihkan persoalan, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transformasi pendidikan yang telah kita bangun bersama," tutur Nadiem.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
