Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 21.07 WIB

Aliran Dana Korupsi Sritex Harus Ditelusuri, Sahroni: Ini Luka Sosial, Mereka Mengkhianati Ribuan Pekerja

Komisaris Utama PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto resmi ditahan Kejaksaan Agung terkait dugaan kasus korupsi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com). - Image

Komisaris Utama PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto resmi ditahan Kejaksaan Agung terkait dugaan kasus korupsi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com).

JawaPos.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap mantan Direktur Utama PT Sritex yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto. Dia diduga melakukan korupsi terkait penyalahgunaan kredit Sritex.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kejagung mengusut tuntas kasus ini. Aliran dana tersangka juga harus ditelusuri bersama Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Apresiasi Kejagung yang telah membongkar dugaan korupsi di PT Sritex. Pengusutan ini menunjukkan keseriusan negara dalam memberantas mafia korporasi yang melibatkan elite bisnis," kata Sahroni, Kamis (22/5).

Dia menekankan pentingnya kasus ini diungkap tuntas. Pasalnya, kejahatan di dalam Sritex telah berdampak masif kepada masyarakat yang bekerja di perusahaan tersebut.

"Selanjutnya saya juga minta Kejagung dan PPATK buka semua aliran dananya, lacak siapa saja yang terlibat. Karena akibat kepentingan pribadi mereka, akibat mau selamat sendiri, ribuan karyawan jadi kehilangan pekerjaan,” imbuhnya.

Bendahara Umum Partai NasDem ini menilai, direksi Sritex telah mengkhianati kepercayaan ribuan buruh yang bekerja di sana selama ini. Bahkan kini pabrik tersebut sudah berhenti beroperasi.

“Kejahatan korporasi seperti ini harus ditindak tegas. Akibat keserakahan mereka, direksi Sritex, ribuan rantai kehidupan masyarakat jadi terputus. Pabrik tutup, pekerja kehilangan penghasilan, keluarga jadi kesulitan, anak-anaknya putus sekolah," tegasnya.

"Ini luka sosial yang nyata. Mereka mengkhianati para pekerja yang telah memberi mereka keuntungan bertahun-tahun. Selama ini berpura-pura sedih padahal mereka sendiri pelakunya. Drama yang memalukan,” tandas Sahroni.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore