
Gudang berisi barang bukti avtur yang diamankan Prajurit Lantamal I Belawan di Deli Serdang, Sumatera Utara. (TNI AL)
JawaPos.com – Pekan lalu, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Belawan berhasil mengungkap pencurian avtur di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Dalam pengungkapan tersebut, TNI AL meringkus komplotan pencuri avtur dan mengamankan barang bukti sebanyak 29,44 ton. Atas pengungkapan tersebut, Pertamina meminta Angkatan Laut terus melakukan pengawasan.
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri khawatir masih banyak praktik pencurian BBM dengan cara illegal tapping dan pencurian BBM dengan modus lainnya.
Karena itu, ke depan Pertamina akan terus bersinergi dan berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk menjaga objek vital nasional.
Tujuannya untuk menekan potensi kerugian yang dialami oleh Pertamina dan masyarakat Indonesia atas tindakan-tindakan terlarang itu.
Hal serupa disampaikan oleh Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan. Dia menyampaikan terima kasih kepada TNI AL, khususnya Lantamal I Belawan. Sebab, tindakan yang mereka lakukan telah menyelamatkan aset negara.
”Untuk selanjutnya mohon untuk terus dimonitor perkembangan kasus ini kepada pihak kepolisian terkait proses pemeriksaan kepada para pelaku dan juga barang bukti,” terang dia lewat keterangan resmi pada Rabu (19/2).
Komandan Lantamal I Belawan Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba menyampaikan bahwa keberhasilan instansinya tidak lepas dari peran serta banyak pihak. Khususnya para prajurit yang bertugas di lapangan.
Dia mengakui bahwa pengungkapan itu menjadi kebanggaan bagi Lantamal I Belawan. ”Semoga dengan adanya penghargaan (dari Pertamina) ini dapat memicu seluruh jajaran TNI AL dimanapun bertugas untuk terus semangat dalam menjaga keamanan di laut dan penegakan hukum di laut,” kata dia.
Sebelumnya, Jasiman menyampaikan bahwa secara keseluruhan barang bukti yang diamankan oleh instansinya mencapai 29.440 liter atau setara 29,44 ton. Barang bukti itu sudah berada di dalam gudang penampungan berbentuk gubuk.
”Dengan rincian 29 tangki berisi masing-masing satu ton avtur dan satu tangki kosong, serta dua buah drum plastik yang masing-masing berisi kurang lebih 220 liter avtur,” ungkap dia.
Jasiman menambahkan, anak buahnya berhasil menggagalkan pencurian avtur sebanyak itu setelah mendapat informasi adanya adanya indikasi kegiatan pencurian BBM melalui pipa laut Pertamina. Terutama saat kapal tanker Pertamina tiba.
Informasi itu langsung ditindaklanjuti. Pihaknya mengirim Tim Gabungan F1QR, Posal Pantai Labu, dan Patkamla Karang Gading untuk menindak para pelaku. Saat MT Sinar Agra lego jangkar di Perairan Pantai Labu pada 10 Februari lalu, pasukan bergerak.
Hasilnya, mereka menemukan sebuah gubuk bambu di sekitar pantai tersebut. Gubuk itu berisi tangki-tangki plastik dengan muatan penuh minyak.
Dari penindakan yang mereka lakukan, Lantamal I Belawan mengamankan tiga orang pelaku dengan inisial AR alias T, I, dan H (43 tahun). Kemudian seorang berinisial J masih buron.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
