
ALDEI resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Istimewa)
JawaPos.com–Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia (ALDEI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sektor logistik maritim nasional sekaligus menjaga stabilitas industri logistik di tengah dinamika global.
Penandatanganan dilakukan Ketua ALDEI Imam Sedayu Pusponegoro, Bersama Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse. Imam Sedayu Pusponegoro menegaskan, kerja sama ini merupakan respons strategis terhadap kondisi industri logistik yang saat ini menghadapi tekanan dari krisis geopolitik global dan lonjakan biaya logistik udara. Khususnya akibat kenaikan harga avtur.
”Kondisi global yang tidak menentu serta kenaikan harga avtur telah berdampak langsung pada meningkatnya biaya logistik udara. Hal ini mendorong perlunya alternatif yang lebih stabil dan efisien, salah satunya melalui optimalisasi logistik maritim,” ujar Imam melalui keterangan.
Baca Juga: Dari Usaha Kecil di Padang, Rendang Asese Kini Ekspansi ke Luar Negeri Berkat Pendampingan BNI
Menurut dia, kenaikan harga avtur dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan beberapa hal. Di antaranya lonjakan tarif pengiriman udara yang signifikan, khususnya untuk sektor e-commerce dan pengiriman cepat.
Menurutb dia, terjadi perubahan pola distribusi di mana pelaku usaha mulai beralih ke moda laut untuk efisiensi biaya. Selain itu tekanan terhadap margin bisnis logistik, terutama bagi perusahaan yang bergantung pada pengiriman udara hingga potensi penurunan daya beli masyarakat, akibat meningkatnya biaya distribusi barang.
ALDEI dan ASDP berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem logistik laut yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini mencakup berbagai inisiatif strategis, antara lain peningkatan kualitas layanan logistik maritim, efektifitas promosi dan edukasi penggunaan jalur laut, pengembangan model bisnis logistik berbasis laut yang kompetitif, forum diskusi, kajian, dan analisis bersama antar pemangku kepentingan.
Menurut Imam, logistik maritim memiliki keunggulan signifikan dibandingkan moda lain, terutama dalam hal kapasitas besar dan efisiensi biaya untuk pengiriman skala menengah hingga besar.
”Indonesia adalah negara kepulauan. Sudah seharusnya logistik laut menjadi tulang punggung distribusi nasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong pemanfaatan jalur laut yang lebih optimal, sehingga biaya logistik bisa ditekan dan akses distribusi menjadi lebih merata,” tambah terang Imam.
Kemitraan ini juga diarahkan untuk menciptakan sinergi antara pelaku industri dan operator transportasi dalam membangun sistem logistik yang lebih tangguh (resilient). Pelaksanaan kerja sama akan dilakukan melalui pendekatan kolaboratif, termasuk diskusi rutin, pengembangan kajian strategis, serta implementasi program bersama yang tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
