JawaPos.com - Nanang alias Gimbal, pelaku pembunuhan pemain sinetron Misteri Gunung Merapi Sandy Permana ditangkap oleh tim gabungan kepolisian pada Rabu (15/1).
Namun, penangkapan ini mengungkapkan fakta menarik. Selama pelariannya, Nanang menggunakan cara unik untuk menghindari identifikasi petugas kepolisian.
Hal itu membuatnya bisa kabur dari lokasi pembunuhan di Perumahan TNI/Polri Umum, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menuju ke daerah Kabupaten Karawang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, dalam pelarian itu, Nanang Gimbal dengan memotong rambutnya sendiri. Hal itu dilakukan Nanang Gimbal agar tidak dikenali oleh polisi maupun masyarakat yang melihatnya.
Pemotongan rambut ia lakukan saat pelariannya menuju ke daerah Kabupaten Karawang.
"Pelaku pun sempat memotong rambut, saat pelarian menuju karawang. Menggunakan gunting yang dipinjam di warung dengam tujuan nya agar tidak dikenali selama pelarian," ujar Ade Ary, Rabu (15/1).
Meski sempat buron beberapa hari, kepolisian tetap dapat menangkap Nanang Gimbal. Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan di Dusun Poris, Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang pada Rabu (15/1) sekitar pukul 10.45 WIB.
Nanang Gimbal dibekuk dalam pelariannya di Karawang. Setelah ditangkap, Nanang langsung dibawa ke Gedung Krimum Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaku pembunuhan Sandy Permana itu dijerat dengan Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian dan/atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Diberitakan sebelumnya, Sandy ditemukan warga dalam keadaan bersimbah darah di Perumahan TNI/Polri Umum, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Minggu, sekira pukul 07.30 WIB. Pemain sinetron 'Mak Lampir' itu ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah tusukan di tubuhnya.
Pria yang berperan sebagai Arya Soma dalam sinetron berjudul Misteri Gunung Merapi itu sempat cek cok dalam sebuah rapat warga dengan Nanang Gimbal yang merupakan tetangganya. Cek cok itu diduga berbuntut panjang hingga berujung pada penusukan.
"Ya menurut warga sebelumnya korban sempat terlibat cekcok dengan seseorang, kami sedang kejar Identitas pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Bekasi Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, belum lama ini.
Seno menjelaskan, Sandy ditemukan bersimbah darah oleh para tetangganya. Lalu ia dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.
Namun sayang nyawanya tidak dapat terselamatkan.
"Dan ketika kita lakukan pengecekan, pada korban memang ada beberapa luka tusuk," terangnya.
Ditemukan sejumlah luka tusuk di bagian tubuh Sandy. Diantaranya berada di dada, perut, serta leher belakang.
"Ada beberapa luka tusuk. di dada ada, di perut, terus di leher belakang ada," ucapnya.