Ilustrasi penembakan dengan memakai senjata api. (ANTARA/doc.Pixabay)
JawaPos.com - Selain Gamma Rizkynata Oktafandy, pada Minggu (24/11) ada dua orang pelajar lain yang juga menjadi korban penembakan Aipda Robiq Zaenudin. Mereka adalah A dan S.
Dikutip dari Jawa Pos Radar Semarang pada Senin (9/12), A menceritakan detik-detik penembakan yang menyebabkan Gamma kehilangan nyawa. Dia memastikan bahwa tidak terjadi tawuran sebelum peristiwa itu terjadi.
Menurut A, malam itu dia dan beberapa rekannya nongkrong bersama. Sepulang dari tempat nongkrong, mereka berpapasan dengan Aipda Robiq. Personel Polrestabes Semarang itu langsung mengarahkan moncong senjata api yang dia bawa kepada A dan beberapa rekannya yang berkendara beriringan. ”Ya kaget itu, langsung nodong kok, kalau cuma turun di tengah masih mikir ah mungkin apa, (ini Aipda Robiq, Red) langsung nodong,” tuturnya.
A menceritakan detik-detik mencekam itu seusai sekolah. Dia juga sempat menunjukkan bekas luka tembak di tubuhnya. Walau masih diperban, A mengaku sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Termasuk masuk sekolah. Dia memastikan, tidak terjadi tawuran sebelum penembakan terjadi. Bahkan serempetan dengan Aipda Robiq pun dia tidak merasa. Sebab, jika ada serempetan dia yakin bakal jatuh dari sepeda motornya.
”Saya posisi ketembak kan tangan satu, tangan satu kan mesti jatuh, ini nggak jatuh. Habis kena tembak, dor, langsung lemas,” jelasnya.
Saat penembakan terjadi, A berboncengan dengan S. Yang bersangkutan juga menjadi korban selamat dalam penembakan itu. A mengaku dia langsung sadar terkena tembakan. Hanya dia masih menerka-nerka apakah peluru masuk dan bersarang di tubuhnya atau tidak. ”Tapi saya sadar saya kena peluru, mikir, masuk apa nggak ya, masuk apa nggak ya. Satu peluru kan, nyerempet terus masuk ke S, mungkin S nyangkolong ke belakang di pundak,” lanjutnya.
Lantaran tiba-tiba ditembak, A dan teman-temannya yang semula berkendara beriringan sontak ngacir. Mereka langsung tancap gas. Apalagi mereka juga tidak tahu sebab-musabab Robiq meletuskan tembakan. ”Nggak ada (peringatan) langsung der, der, langsung aja. Itu saya lihatnya satu doang ke saya, nggak tahu sebelumnya. Tapi, ternyata kok sudah ada tembakan sebelumnya,” kata dia.
Sebelum bertemu dengan aparat kepolisian untuk dimintai keterangan, A mengaku tidak tahu bahwa rekannya, Gamma meninggal dunia. Dia mengetahui hal itu belakangan. Dia memastikan tidak ada tawuran sebelum penembakan. ”Nggak, (kami) main di tongkrongan, nama tempatnya nggak tahu. Di sekitar situ (TKP penembakan) juga. Awalnya mereka nongkrong di salah satu temannya, terus ke situ, saya nyusul,” kata dia.
Meski sudah berlalu, dia mengaku trauma dengan peristiwa tersebut. Oleh orang tuanya, A juga tidak boleh lagu keluar rumah larut malam. Terpisah Zaenal Petir selaku kuasa hukum A menyampaikan bahwa penembakan malam itu memang terjadi tiba-tiba. Selain merujuk keterangan A, dia menyatakan bahwa rekaman dari Closed Circuit Television (CCTV) juga berkata demikian.
”Kan nggak ada perlawanan, katanya melawan dengan diambil tindakan tegas itu karena melawan, nggak melawan. Wong kalau waktu itu dia menghindar saja kena tembus dada loh, masuk ke dalam, dia tahu ketika mau ditembak dia sampai menghindar jadi menghindar gini kayak gini, kena sini keserempet. Kalau nggak menghindar bleng, tapi karena menghindari kayak gini malah menghindarnya takut. ketika menghindar harusnya kan takut nggak akan melawan kan, gitu logikanya,” jelas Zaenal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022