Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juni 2024 | 04.27 WIB

Fakta-Fakta tentang Polwan Bakar Suami di Mojokerto, Sempat Menjadi Couple Goals hingga Jadi Rebutan Banyak Lelaki

Briptu FN mendapat pendampingan dari Polda Jatim karena alami trauma setelah membakar suaminya, Briptu RDW. (Jawapos)

 


 
JawaPos.com - Kasus polwan bakar suami di Mojokerto terus menjadi sorotan publik. Briptu Fadhilatun pelaku pembakaran Briptu Rian Dwi yang juga berstatus sebagai suaminya memiliki sisi-sisi kehidupan yang akhirnya terungkap setelah kejadian memilukan itu jadi perhatian nasional.
 
 
Berikut rangkuman fakta-fakta kasus pembakaran Polwan Briptu Fadhilatun kepada Briptu Rian Dwi suaminya sendiri.
 
1. Menjadi couple goals 
Informasi yang dihimpun JawaPos.com, Briptu Rian Dwi dan Fadhilatun sempat menjadi sepasang kekasih yang diidam-idamkan. Bahkan, keduanya disebut-sebut dengan couple goals. 
 
2. Briptu Fadhilatun menjadi rebutan para polisi 
Saat sebelum disunting Briptu Rian, Fadhilatun menjadi idaman para polki (polisi lelaki). Namun, hati Briptu Fadhilatun kekeuh melabuhkan hatinya untuk Briptu Rian Dwi seperti yang dilansir dari Radar Mojokerto, Group Jawa Pos. 
 
3. Briptu Fadhilatun sempat menolong Briptu Rian
Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombespol Dirmanto mengatakan, Briptu Fadhilatun sempat menolong api yang melahap korban. Hal itu terlihat dari luka bakar yang juga tertinggal di sebagian tubuh Briptu Fadhilatun. 
 
4. Briptu Fadhilatun ditahan di tempat khusus
Mengingat Briptu Fadhilatun memiliki tiga anak yang masih balita, maka Fadhilatun mendapatkan tempat khusus dalam penahanan tersebut. "Saat ini, kondisi pelaku masih shock dan trauma," ucap Dirmanto. 
 
Dirmanto mengungkapkan, Briptu Fadhilatun dan Briptu Rian memiliki tiga orang anak. Anak pertama berusia 2 tahun, anak kedua dan ketiga adalah anak kembar yang masih berusia 4 bulan. Briptu Fadhilatun dan Briptu Rian membutuhkan banyak biaya untuk kebutuhan sehari-hari.
 
Lantas, bagaimana mekanisme penanganan hukum untuk Briptu Fadhilatun? “Nanti kita tunggu saja, sekarang masih diperiksa terus, dan yang bersangkutan masih trauma,” tegas Dirmanto.
 
 
Dari hasil gelar perkara, penyidik mengenakan pasal pasal 44 ayat 3 subsider ayat 2 undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (*)
 
 
 
 
 
 
 
 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore