Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 September 2023 | 14.42 WIB

Pemanggilan Cak Imin Dinilai Politis, KPK : Kita Nggak Lihat Tahun Politik Sebagai Halangan Tegakkan Hukum

 
 
 

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin

 
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pemanggilan terhadap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bernuansa politik. Ihwal adanya hal ini dikatakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata.
 
Sedianya, bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan alat proteksi sistem tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), pada Selasa (5/9) kemarin. Namun, Cak Imin berhalangan hadir dengan alasan akan membuka acara MTQ Internasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
 
"Sebetulnya Pak Ketua kan sudah menyampaikan bahwa KPK tidak terikat dengan tahun politik, tetap biar bagaimanapun penegakan hukum itu harus berkepastian juga, transparan, akuntabel dan menaati hak asasi orang dan kesamaan orang di depan hukum," kata Alex di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (5/9).
 
Pimpinan KPK dua periode ini menegaskan, KPK tak terbentur dengan agenda pesta demokrasi 2024. Menurutnya, lembaga antirasuah tetap melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi untuk memberikan kepastian hukum.
 
"Jadi kita nggak melihat tahun politik itu sebagai halangan melakukan upaya-upaya penegakan hukum," tegas Alex.
 
 
Sebelumnya Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie aliad Gus Choi menanggapi pemanggilan bakal cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai saksi kasus dugaan korupsi Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Gus Choi menilai, agenda pemeriksaan Cak Imin oleh KPK kental nuansa politik.
 
"Kasus 2012 setelah tiga orang yang sudah diproses dengan hukum, sudah berhenti. Sudah lama sepi, sudah lama kelihatan enggak ngapa-ngapain. Selama 13 tahun tidak ada kelanjutan proses hukum," ungkap Gus Choi di DPP Partai NasDem, Jakarta.
 
Elite Partai NasDem ini menduga, agenda pemeriksaan itu kental nuansa kepentingan politik. Pasalnya kasus itu bergulir sejak 2012 lalu.
 
"Tiba-tiba begitu Cak Imin dideklarasikan sebagai cawapres, tiba tiba muncul dari KPK. Tentu ada pikiran yang berbeda, ini ada apa, ini betul proses hukum atau ini politik?," pungkas Gus Choi.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore