
Muhammad Naufal Zidan (MNZ) mahasiswa UI yang dibunuh oleh seniornya, Altafasalya Ardnika Basya.
JawaPos.com - Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian Dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) Untung Yuwono mengatakan, pihaknya mendengar kabar kematian mahasiswanya, Muhammad Naufal Zidan, pada Jumat (4/8) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, pihak kampus langsung kroscek ke rumah sakit.
“Posisi itu saya sedang rapat dan sekitar pukul 14.00 WIB mendatangi rumah sakit Polri Kramat Jati. Menurut kabar, jenazah akan diautopsi, tetapi masih menunggu pihak keluarga. Lalu ibu dan ayahnya datang sebelum maghrib dan atas persetujuan mereka, autopsi itu dilakukan. Hasilnya tidak disampaikan, karena itu rahasia penyidikan,” kata Untung seperti dilasir Radar Jember (Jawa Pos Group).
Untung mejelaskan jenazah Zidan diberangkatkan dari rumah sakit menuju Lumajang sekitar pukul 22.00 pada Jumat (4/8) bersama kedua orang tuanya. Sedangkan Untung bersama rombongan jajaran perwakilan UI menyusul pada Sabtu (5/8) pagi. Namun, rombongan dari UI tiba di Lumajang terlebih dahulu sebelum jenazah tiba di rumah duka.
“Kami terus menguatkan keluarga, tanggung jawab kami mewakili UI mendampingi keluarga, menenangkan keluarga. Tentu saja kami berharap keluarga yang ditinggalkan bisa menjalani ini dengan tabah. Karena peristiwa yang menimpa saudara Zidan, bukan hanya musibah keluarga. Tetapi musibah bagi kami di UI,” pungkas Untung.
Sebelumnya, peristiwa pembunuhan menimpa mahasiswa Fakultas Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI) berinisial MNZ, 19. Dia ditemukan tewas di dalam kosannya di wilayah Kukusan, Beji, Kota Depok.
Wakasatreskrim Polres Metro Kota Depok AKP Nirwan Pohan mengatakan, kasus tersebut dilaporkan ke Polres pada Jumat (4/8) pagi pukul 10.00 WIB. Mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik sampah dua lapis.
"Mayat terbungkus dalam plastik warna hitam, di bawah kolong tempat tidur. Dalam kamar itu berantakan, tapi terlihat sempat dibersihkan," kata Nirwan di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (4/8).
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan membuahkan hasil dengan menangkap pelaku berinisial AAB, 23, dalam waktu 3 jam.
Pelaku diketahui senior korban di kampus. "Adik kelas satu jurusan di Fakultas Sastra Rusia, korban adik kelas pelaku dan memang berteman saling mengenal," imbuh Nirwan.
Berdasarkan pemeriksaan, korban diduga tewas pada Rabu (2/8). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi oleh keluarganya. Kemudian keluarga mengirim orang untuk mengecek korban di kosannya. Saat pintu dibuka, korban ditemukan tak bernyawa di dalam kantong plastik di kolong tempat tidur.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan beencana dan atau Pasal 351 ayat (5) KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal pidana mati.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
