Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Agustus 2023 | 16.34 WIB

Sebelum Saling Gugat, Ternyata Mario Teguh-Linna Sempat Berpelukan dengan Sunyoto-Syarah saat Proses Mediasi

Jumpa pers Mario Teguh dan Linna Susanto terkait kasus yang dihadapinya dengan Sunyoto Indra Prayitno dan istrinya. - Image

Jumpa pers Mario Teguh dan Linna Susanto terkait kasus yang dihadapinya dengan Sunyoto Indra Prayitno dan istrinya.

JawaPos.com - Linna Susanto dan suaminya, motivator senior Mario Teguh, sempat melakukan proses mediasi dengan Syarah dan suaminya, Sunyoto Indra Prayitno, sebelum akhirnya saling menggugat atau saling menempuh upaya hukum. Saat proses mediasi dilakukan di sebuah kantor pengacara yang terletak di bilangan Menteng Jakarta Pusat, kedua belah pihak dalam hal ini Mario Teguh-Linna dengan Sunyoto-Syarah sempat berpelukan. Sempat dikira permasalahan akan berakhir damai namun ternyata tidak.

"Saat itu mereka mau pulang, saya dan Mario Teguh berpelukan dengan ibu dan bapak," kata Linna di bilangan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Linna membantah tidak pernah memberikan respons atas somasi yang dilayangkan pihak Syarah. Dia menegaskan somasinya dibalas dengan dia mempertanyakan asal usul angka yang sempat diminta oleh pihak Syarah untuk dikembalikan.

"3 hari sebelum Lebaran saya disomasi oleh si Bapak melalui pengacaranya. Somasinya lucu menyertakan surat kuasa meminta Rp 2,3 miliar tanpa kejelasan. Somasinya dijawab kenapa meminta segitu tapi tidak digubris. Jadi tidak benar kami tidak merespons," kata Linna Susanto.

Permasalahan antara Syarah dan suaminya Sunyoto Indra Prayitno dengan Mario Teguh dan istrinya Linna Susanto berawal dari kesepakatan bekerja sama. Namun, di tengah jalan, terjadi permasalahan yang membuat hubungan jadi retak.

Pihak Syarah menyebut pihak Mario Teguh tidak mengerjakan tugas-tugasnya padahal sudah di-DP Rp 1 milar dan biaya cicilan Rp 100 juta setiap bulan dengan nilai kontrak kerja sama Rp 5 miliar.

Sedangkan pihak Mario Teguh merasa dibohongi terkait asal usul produk skincare milik Syarah dan suami. Yang katanya diakui sebagai produk Jepang namun kenyataannya diproduksi di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Selain itu, pihak Mario Teguh mengkhawatirkan produk skincare milik Syarah akan membayahakan kesehatan masyarakat.

Buntut dari permasalahan yang muncul antara mereka, kedua belah pihak sama-sama menempuh upaya hukum. Mario Teguh dan istri melayangkan gugatan perdata terkait perbuatan melawan hukum di PN Jakarta Selatan tertanggal 17 Mei 2023.

Sedangkan Syarah dan suaminya membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Dalam laporan polisi pihak Syarah merasa dirugikan Rp 5 miliar. Laporan dibuat pada 19 Juni 2023.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore