
Menteri PKP Maruarar Sirait membahas lahan eks BLBI dimanfaatkan untuk pembangunan program 3 juta rumah. (KEMENTERIAN PKP)
JawaPos.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengadakan pertemuan dengan Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rionald Silaban dan Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja di Kantor DJKN, Jakarta, Senin (24/2).
Pertemuan itu bertujuan untuk membahas pemanfaatan aset eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebagai bagian dari upaya merealisasikan program tiga juta rumah yang dicanangkan oleh Kementerian PKP.
Pada pertemuan tersebut, Menteri Ara menekankan pentingnya mekanisme yang jelas dan transparan dalam pemanfaatan tanah negara. "Mekanismenya seperti apa? Apakah perlu lelang sesuai dengan aturan BPK dan BPKP, atau ada mekanisme lain yang bisa memastikan tata kelola ini berjalan dengan baik?" ujar Ara.
Dia mengapresiasi Direktur Jenderal Kekayaan Negara atas dukungan terhadap perumahan rakyat. "Terima kasih, Pak Rio karena sebagai Dirjen Kekayaan Negara, Bapak telah mendukung perumahan rakyat. Kita harus memastikan bahwa tanah yang digunakan tidak bermasalah, tidak rusak, dan tidak rawan banjir. Ini benar-benar penting agar masyarakat mendapat hunian yang layak," beber Ara.
Ara memberikan instruksi kepada jajaran Kementerian PKP dan DJKN untuk segera bergerak ke lapangan. "Saya minta seluruh Dirjen PKP untuk langsung meninjau lokasi tanah di Tangerang, Lebak, dan Bogor. Kita harus bergerak cepat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, agar tanah-tanah milik negara, termasuk tanah hasil sitaan atau bekas korupsi, bisa segera dimanfaatkan. Prioritas kita adalah rakyat kecil," ungkapnya.
Mantan politikus PDIP Itu meminta pelaksanaan survei dilakukan secara cermat dan koordinasi antarinstansi diperkuat. "Lakukan survei dengan teliti, koordinasikan dengan pihak terkait, dan pastikan semuanya sesuai aturan. Kita tidak boleh lambat dalam menangani kebutuhan perumahan rakyat," tegasnya.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menambahkan, pihaknya akan mengirimkan data aset BMN yang dapat digunakan untuk program 3juta rumah.
"Penggunaan BMN untuk rumah rakyat ini akan sangat efektif. Langkah ini juga diharapkan dapat mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti rencana ini dengan dukungan pembiayaan. (ali)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
