
Menteri PU Dody Hanggodo bersama Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya (Ilham Wancoko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf bekerja keras memastikan pembangunan sekolah rakyat tuntas dalam waktu dekat. Progres pembangunan sekolah rakyat secara nasional rata-rata mencapai 83 persen. Sebagian sudah menembus 90 persen. Pembangunan 63 sekolah rakyat tahap IA bakal tuntas antara 8 Juli 2025 hingga 14 Juli 2025.
Pada Minggu (29/6), Menteri PU dan Mensos bersama Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengecek pembangunan sekolah rakyat di Sentra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur. Ketiganya sempat berkomunikasi dengan para calon wali murid dan calon murid. Mereka lantas menilik kondisi terkini sekolah rakyat.
Menteri PU Dody Hanggodo menuturkan, secara nasional pembangunan sekolah rakyat tahap I mencapai progres fisik 83 persen. Namun, ada beberapa sekolah rakyat yang progres fisiknya mencapai 88 persen hingga 90 persen. "Bahkan di Sentra Handayani ini mencapai 92,29 persen," paparnya.
Karena itulah, Dody optimis untuk bisa mencapai target pembangunan sekolah rakyat pada 8 Juli dan beroperasi pada 14 Juli. "Pasti selesai itu sesuai target," tegasnya di Sentra Handayani.
Menurut dia, berbagai pengawasan telah dilakukan dengan menggunakan Continuous Auditing Continuous Monitoring (CACM), Building Information Modelling (BIM), drone, serta CCTV yang terhubung secara daring. "Untuk memastikan pembangunan sesuai target, serta hingga saat ini pembangunan sangat klir. Tidak ada temuan apapun kendati diawasi ketat," paparnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menerangkan, dengan dukungan dari Menteri PU Dody Hanggodo, Kemensos percaya diri memulai operasional sekolah rakyat pada 14 Juli 2025. "Dengan fisik yang tuntas, maka tinggal jalan ini operasional dibawah Kemensos," ujarnya.
Bahkan untuk sumber daya manusia (SDM) yang mengoperasikan sekolah rakyat kini telah mencapai hampir 100 persen. Baik untuk kepala sekolah, tenaga pendidik dan lainnya. "Hampir 100 persen untuk SDM yang mengelola sekolah rakyat," terangnya.
Menurut dia, yang perlu diketahui bahwa sekolah rakyat ini merupakan kerja sama antara pemda dengan pemerintah pusat. Pemda menyiapkan lahan dan pemerintah pusat membangun serta mengoperasionalkan.
"Kita sudah menentukan 100 titik pertama sekolah rakyar, artinya sudah dalam proses finalisasi. Baik, gurunya, muridnya dan perangkat-perangkat lain sudah jalan yang insyaallah di akhir Juli ini semuanya tuntas," tegasnya.
Bahkan, Kemensos dan Kementerian PU sekarang menuju ke 100 titik sekokah rakyat berikutnya. "Di mana sekarang ini kira-kira ada 70 titik lebih sudah yang direstui oleh Kementerian PU dan dinyatakan layak untuk menjadi rintisan sekolah rakyat," paparnya. (idr)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
