
Menag Nasaruddin Umar dan Dubes AS untuk Indonesia Kamala S. Lakhdhir memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/1). (HUMAS KEMENAG)
JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) dan pemerintah Amerika Serikat (AS) menandatangani MoU program Fulbright di Indonesia. Kerja sama cukup luas, tidak sekadar beasiswa. Tetapi, bisa sampai mengundang guru bahasa Inggris dari AS untuk mengajar di pesantren dan lembaga pendidikan lainnya di Indonesia.
Penandatanganan MoU itu dilakukan Menag Nasaruddin Umar dan Dubes AS untuk Indonesia Kamala S. Lakhdhir di kantor Kemenag Jakarta kemarin (8/1). Nasaruddin mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian upaya mereka memperluas akses beasiswa. Khususnya bagi siswa dan santri pada lembaga pendidikan menengah binaan Kemenag. Serta untuk sivitas akademika perguruan tinggi keagamaan (PTK) untuk kuliah di AS.
’’Saya termasuk salah satu penerima Fulbright Scholar dan merasakan langsung manfaat program ini,’’ kata Nasaruddin.
Dia menjelaskan, lewat MoU itu, akan terbuka kesempatan bagi para siswa, santri, mahasiswa, dan akademisi di lembaga pendidikan menengah atau tinggi binaan Kemenag untuk mendapat beasiswa studi atau penelitian di AS. ’’Baik studi yang bergelar atau nongelar,’’ ujarnya.
Dubes Kamala sangat gembira dengan kemitraan tersebut. ’’Saya sudah tidak sabar mengundang mereka (penerima beasiswa) makan malam di tempat saya. Khususnya kepada Menag,’’ katanya lantas tertawa.
Untuk diketahui, program Fulbright adalah program pertukaran akademik dari pemerintah AS, yang didirikan dan beroperasi sejak 1947. Program itu aktif di lebih dari 160 negara. (wan/bas)
