
Video Conference gempa Lombok berkekuatan 6,4 SR di gedung BMKG Pusat, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Minggu (29/7)
JawaPos.com - Pascagempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Minggu pagi (29/7), Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 203 gempa susulan. Jumlah itu berlangsung hingga pukul 21.20.
"Tercatat magnitudo terbesar mencapai 5,7 skala richter dan magnitudo terkecil 2,1 skala richter. Data masuk terus kami tunggu sampai dengan menit 21.20," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui video conference di Kantor BMKG Pusat, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Minggu (29/7) malam.
Lebih jauh Dwikorita menjelaskan, kerapatan gempa susulan yang terjadi menurun, sehingga kemungkinan kecil ada gempa berkekuatan besar dari gempa utamanya.
Dengan masih adanya gempa-gempa susulan itu, masyarakat diimbau untuk tidak menempati bangunan-bangunan yang kondisinya rusak akibat gempa utama.
"BMKG akan terus memonitor gempa tersebut dengan memasang alat digital Seismograf. Alat itu akan merekam gempa-gempa tadi dan hasilnya akan disampaikan ke pemangku kepentingan, masyarakat, dan media," ucap mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Dwikorita meyakini gempa utama yang terjadi di Lombok dengan kekuatan 6,4 tidak berpotensi tsunami. Meskipun gempa itu ikut terasa di Bali dan Sumbawa. "Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tutur Dwikorita menandaskan.
Untuk diketahui, Lombok dan sekitarnya diguncang gempa dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa yang berlagsung pada 05.47 WIB juga terasa hingga Bali dan Sumbawa. Akibat bencana itu 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka-luka, dan ribuan unit rumah rusak.
Beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. BPBD terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan dari gempa.
Untuk menangani korban, petugas BPBD dan daerah setempat sangat membutuhkan tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, kids care, dan makanan siap saji.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
