
Pelaksanaan PTM di SMPN 1 Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos
JawaPos.com–Pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Timur akan diselenggarakan pada Senin (30/8). Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menolak penyelenggaraan PTM itu.
Ketua IDAI Jatim Sjamsul Arief mengatakan, seharusnya PTM belum bisa diselenggarakan. Alasannya adalah kasus Covid-19 baru menurun selama 1 bulan.
”Secara prinsip saya tidak setuju. PTM harusnya belum di Jatim. Soalnya baru turun 1 bulan. Harusnya belum Senin (30/8) besok,” tutur Sjamsul Arief ketika dihubungi pada Sabtu (28/8).
Penolakan Sjamsul itu berdasar pada faktor epidemiologis. Dia mengakui, kasus positif Covid-19 di Jatim memang menurun selama Agustus. Tapi bukan berarti PTM bisa langsung diselenggarakan.
”Kalau secara epidemiologis itu ya belum. Baru saja turun soalnya. Turunnya belum lama. Agustus baru turun. Ini baru sebulan turun lho,” ucap Sjamsul Arief.
Per 23 Agustus, sebanyak 4557 anak di Jatim dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan 5.525 memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.
”Minggu lalu ada 50 anak yang dinyatakan positif Covid-19. Sejak awal pandemi, terdapat 38 anak yang meninggal dunia karena Covid-19,” Beber Sjamsul Arief.
Sjamsul mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi munculnya gelombang Covid-19 berikutnya. Kasus turun bukan berarti Covid-19 berakhir.
”Harus antisipasi gelombang baru. Mestinya ada turun dan naik lagi. Secara medis ya belum. Jangan dulu PTM,” tegas Sjamsul Arief.
Kapan PTM bisa diselenggarakan? Sjamsul mengatakan, setelah kasus Covid-19 harus turun selama 2 bulan. ”Jadi Agustus ini turun. September turun. Baru Oktober buka (PTM). Tapi ini baru sebulan turun,” tutur Sjamsul Arief.
Salah stau kekhawatiran bila PTM dibuka adalah penularan yang makin masif. Sebab, varian delta bisa menularkan virus pada orang yang lebih banyak.
”Khawatirnya kalau ini, 1 orang bisa menularkan 8–9 orang. Kalau tipe Wuhan asli (bukan varian delta) kan 1 orang 2–3, orang. Sekarang kan penularannya banyak,” kata Sjamsul Arief.
Sjamsul juga mempersoalkan siswa yang belum divaksinasi secara keseluruhan. Seharusnya, bukan hanya fokus vaksinasi guru dan tenaga kependidikan.
”Muridnya saja belum semua divaksin. Itu kan baru berapa persen guru yang divaksin. Syaratnya paling tidak angkanya harus landai. Vaksin guru dan siswa sudah semua. Pegawai administrasi, tenaga pendidik, yang interaksi sama siswa. Semua,” papar Sjamsul Arief.
Kalaupun PTM tetap dilaksanakan, Sjamsul menekankan pada mitigasi. Misalnya dengan membuat tempat cuci tangan. ”Sirkulasi udara harus dilihat. Jangan tertutup. AC jangan dipakai. Siswa jangan masuk semua. Harus gantian,” terang Sjamsul Arief.
Sjamsul mengaku belum ada komunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. ”Dulu saja waktu sebelum ada gelombang delta. Bukan dispendik tapi kotamadya,” ucap Sjamsul Arief.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022