
UNIK: Peringatan Sumpah Pemuda di Pasar Kepanjen.
JawaPos.com - Cara peringatan Sumpah Pemuda di Kepanjen, Kabupaten Malang ini cukup unik. Bukan digelar di lapangan seperti upacara pada umumnya. Melainkan di Pasar Kepanjen.
Seperti yang dilakukan siswa-siswi MTs Negeri 6 Malang.Peringatan Sumpah Pemuda mereka lakukan secara totalitas meskipun di tengah pasar. Siswa mengenakan busana adat lengkap khas daerah di Indonesia. Beragam busana tradisional mereka kenakan. Misalnya saja busana khas Minang, Jawa dan daerah lainnya.
Hiruk-pikuk pasar yang selama ini hanya untuk aktivitas jual beli masyarakat pun seketika lebih semarak dengan kehadiran siswa-siswi tersebut.
Kegiatan peringatan Sumpah Pemuda itu diawali dengan napak tilas ke 90 bedak atau lapak pedagang. Angka 90 dipilih karena melambangkan peringatan Sumpah Pemuda ke-90.
Setelah itu, tepat di tengah-tengah pasar, para siswa-siswi itu berbaur bersama pedagang. Selanjutnya salah satu perwakilan pedagang membacakan isi teks Sumpah Pemuda. Dengan khidmat, seluruh siswa dan pedagang mendengarkan bacaan teks Sumpah Pemuda itu.
Kepala MTs Negeri 6 Malang Sutirjo menyampaikan, peringatan Sumpah Pemuda tersebut sengaja dilakukan di pasar guna mendapatkan kesan berbeda untuk anak didik. Melalui cara yang unik ini, pihaknya berharap para siswa bisa berbaur. Selain itu juga agar mereka mengetahui kondisi ekonomi masyarakat secara tidak langsung.
"Walaupun kami tidak ikut mengangkat senjata, tapi semua harus ikut serta cinta tanah air, Bhinneka Tunggal Ika," katanya, Sabtu (27/10)
Alasan kegiatan ini digelar di pasar, karena generasi muda juga ditopang pedagang pasar. Basis dasar ekonomi itu dimulai dari para pedagang di pasar. "Mereka adalah tulang punggung ekonomi Indonesia sesungguhnya," kata Sutirjo.
Peringatan Sumpah Pemuda di pasar itu baru pertama kali diadakan. Dia berharap dengan digelarnya peringatan Sumpah Pemuda di pasar tersebut dapat memacu generasi muda untuk terus menumbuhkan jiwa patriotisme.
Dia berharap, siswa harus melihat orang tua mereka. Tujuannya, membangun konteks untuk cinta tanah air cukup sederhana. Agar siswa tertanam jiwa positif, karakter patriotisme, karakter untuk maju, supaya teknologinya, ekonominya maju dan hingga akhirnya menjadi negara yang unggul. "InsyaAllah ini akan menjadi sejarah," tegas dia.
Sementara itu, pedagang yang membacakan isi teks Sumpah Pemuda, Hari Puji Astuti mengutarakan, bahwa baru pertama kali ini pasar dijadikan sebagai tempat peringatan Sumpah Pemuda. Dirinya sangat antusias dengan apa yang dilakukan oleh siswa-siswi MTs Negeri 6 Malang tersebut.
"Baru pertama kali, memperingati Sumpah Pemuda, ya kalau bisa upacara 17-an juga diadakan disini," ungkap wanita yang sehari-hari berdagang sayur di Pasar Besar Kepanjen itu.
Puji juga sedikit menyindir tingkah laku negatif anak-anak muda saat ini. Ia berharap, generasi muda bisa berbakti dan taat pada orangtua. "Generasi sekarang itu abot (berat) sama HP. Kalau disuruh ini itu sekarang sulit," keluh Puji.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022