Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Oktober 2018 | 23.27 WIB

Melihat Keseruan Upacara Sumpah Pemuda di Pasar Kepanjen

UNIK: Peringatan Sumpah Pemuda di Pasar Kepanjen. - Image

UNIK: Peringatan Sumpah Pemuda di Pasar Kepanjen.

JawaPos.com - Cara peringatan Sumpah Pemuda di Kepanjen, Kabupaten Malang ini cukup unik. Bukan digelar di lapangan seperti upacara pada umumnya. Melainkan di Pasar Kepanjen. 


Seperti yang dilakukan siswa-siswi MTs Negeri 6 Malang.Peringatan Sumpah Pemuda mereka lakukan secara totalitas meskipun di tengah pasar. Siswa mengenakan busana adat lengkap khas daerah di Indonesia. Beragam busana tradisional mereka kenakan. Misalnya saja busana khas Minang, Jawa dan daerah lainnya. 


Hiruk-pikuk pasar yang selama ini hanya untuk aktivitas jual beli masyarakat pun seketika lebih semarak dengan kehadiran siswa-siswi tersebut. 


Kegiatan peringatan Sumpah Pemuda itu diawali dengan napak tilas ke 90 bedak atau lapak pedagang. Angka 90 dipilih karena melambangkan peringatan Sumpah Pemuda ke-90.


Setelah itu, tepat di tengah-tengah pasar, para siswa-siswi itu berbaur bersama pedagang. Selanjutnya salah satu perwakilan pedagang membacakan isi teks Sumpah Pemuda. Dengan khidmat, seluruh siswa dan pedagang mendengarkan bacaan teks Sumpah Pemuda itu.


Kepala MTs Negeri 6 Malang Sutirjo menyampaikan, peringatan Sumpah Pemuda tersebut sengaja dilakukan di pasar guna mendapatkan kesan berbeda untuk anak didik. Melalui cara yang unik ini, pihaknya berharap para siswa bisa berbaur. Selain itu juga agar mereka mengetahui kondisi ekonomi masyarakat secara tidak langsung. 


"Walaupun kami tidak ikut mengangkat senjata, tapi semua harus ikut serta cinta tanah air, Bhinneka Tunggal Ika," katanya, Sabtu (27/10)


Alasan kegiatan ini digelar di pasar, karena generasi muda juga ditopang pedagang pasar. Basis dasar ekonomi itu dimulai dari para pedagang di pasar. "Mereka adalah tulang punggung ekonomi Indonesia sesungguhnya," kata Sutirjo. 


Peringatan Sumpah Pemuda di pasar itu baru pertama kali diadakan. Dia berharap dengan digelarnya peringatan Sumpah Pemuda di pasar tersebut dapat memacu generasi muda untuk terus menumbuhkan jiwa patriotisme.


Dia berharap, siswa harus melihat orang tua mereka. Tujuannya, membangun konteks untuk cinta tanah air cukup sederhana. Agar siswa tertanam jiwa positif, karakter patriotisme, karakter untuk maju, supaya teknologinya, ekonominya maju dan hingga akhirnya menjadi negara yang unggul. "InsyaAllah ini akan menjadi sejarah," tegas dia. 


Sementara itu, pedagang yang membacakan isi teks Sumpah Pemuda, Hari Puji Astuti mengutarakan, bahwa baru pertama kali ini pasar dijadikan sebagai tempat peringatan Sumpah Pemuda. Dirinya sangat antusias dengan apa yang dilakukan oleh siswa-siswi MTs Negeri 6 Malang tersebut. 


"Baru pertama kali, memperingati Sumpah Pemuda, ya kalau bisa upacara 17-an juga diadakan disini," ungkap wanita yang sehari-hari berdagang sayur di Pasar Besar Kepanjen itu.


Puji juga sedikit menyindir tingkah laku negatif anak-anak muda saat ini. Ia berharap, generasi muda bisa berbakti dan taat pada orangtua. "Generasi sekarang itu abot (berat) sama HP. Kalau disuruh ini itu sekarang sulit," keluh Puji.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore