
MENUMPUK: Seorang petugas tengah menyemprotkan disinfektan di TPS dekat Taman Kanak-kanak (TK) Grha Asih Anak Gayam, Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Jogjakarta, Rabu (27/3).
JawaPos.com – Pemandangan kurang sedap belakangan ini terlihat di sejumlah titik di Kota Jogjakarta, terutama di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Depo yang ada di Kota Gudeg. Hal ini terjadi akibat penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DIJ.
Sampah yang kian menumpuk itu pun menimbulkan bau yang tak sedap di sekitarnya. Hal ini turut dikeluhkan oleh masyarakat sekitarnya. Terutama yang aktivitasnya tak jauh dari TPS atau Depo.
Seperti yang dialami di Taman Kanak-kanak (TK) Grha Asih Anak Gayam, Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Jogjakarta.
"Sering tercium bau tak sedap, apalagi kalau hujan," kata Guru TK Grha Asih Anak, Purwanti saat ditemui di sekolahnya, Rabu (27/3) siang.
Ketika tercium bau sampah dan waktu istirahat, anak didiknya yang berjumlah 32 murid itu kemudian memakai masker. Mereka biasanya sudah membawa sendiri dari rumah. "Bersyukur sampai sekarang belum ada yang sakit," katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua RT 39/08, Kampung Tegal Kemuning, Kelurahan Tegal Panggung, Kecamatan Danurejan, Kota Jogjakarta, Najib. Pria 57 tahun tersebut mengatakan setiap malam masyarakat melakukan ronda di sekitar TPS. Karena sering ditemukan ada orang tak dikenal membuang sampah asal lempar ke TPS. "Semoga bisa segera ada solusi, supaya sampah tidak terus menumpuk," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogjakarta Suyana mengatakan, penumpukan sampah ini merata di 142 TPS dan Depo di wilayahnya. Sejak Minggu-Rabu (24-27/3) belum bisa dibuang ke TPST Piyungan karena memang sedang ditutup. "Produksi sampai di Kota Jogjakarta per hari 250 ton," kata dia.
Sementara tak bisa dibuang, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan ke TPS dan Depo. Supaya bisa menekan pertumbuhan lalat, menekan bakteri penyakit dan menghilangkan bau. "Dirapikan saja, jangan sampai sampahnya ke bahu jalan," ucapnya.
Koordinator Komunitas Pemulung TPST Piyungan, Maryono mengatakan penutupan ini karena warga menutut perbaikan pengelolaan sampah di tempat pembuangan sampah dari Bantul, Kota Yogyakarta, dan Sleman. "Warga resah antrean truk pengangkut sampah berjam-jam. Aktivitasnya jadi terganggu," katanya.
Akses jalan menuju ke TPST juga dikeluhkan. Karena selain dipakai truk sampah juga digunakan warga serta para pelajar sekolah. "Kami menuntut perbaikan jalan dan drainase, tapi belum dibangun," katanya.
Terpisah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIJ, R. Sutarto mengatakan, skenario terburuk TPST Piyungan baru bisa dioperasikan pada Jumat (29/3). "Tapi Kamis (28/3) kami usahakan sudah bisa dibuka kembali," katanya.
Atas penutupan akses jalan oleh warga di sekitar TPST Piyungan itu, pihaknya telah membuat akses jalan yang langsung menuju bukit ke badan sampah di TPST. Ia harap solusi sementara itu bisa berjalan dengan baik.
"Solusi jangka panjangnya harus ada pengolahan dengan teknologi tidak seperti sekarang, entah jadi listrik atau apa. Saya juga sedang komunikasi dengan pabrik semen, untuk bisa membantu. Mudah-mudahan bisa," ucapnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
