Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juli 2021 | 14.12 WIB

Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jember Dianiaya Warga

Petugas TPU memamkamkan pasien Covid-19 di TPU Cipenjo, Kabupaten Bogor, Rabu (14/07/2021). Para petugas masih menggunakan alat bantu pemakaman secara manual, sedangan jumlah korban meninggal karena Covid-19 terus bertambah--Foto: Imam Husein/Jawa Pos - Image

Petugas TPU memamkamkan pasien Covid-19 di TPU Cipenjo, Kabupaten Bogor, Rabu (14/07/2021). Para petugas masih menggunakan alat bantu pemakaman secara manual, sedangan jumlah korban meninggal karena Covid-19 terus bertambah--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

JawaPos.com–Relawan pemakaman jenazah Covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dianiaya warga. Peristiwa itu terjadi usai pengambilan paksa jenazah terkonfirmasi positif yang akan dimakamkan secara protokol kesehatan Covid-19.

”Warga merebut peti jenazah dan membukanya, kemudian mereka berencana untuk memandikan jenazah tersebut. Hal itu tidak sesuai dengan protokol pemulasaran jenazah yang terkonfirmasi positif,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Jember Moh. Djamil seperti dilansir dari Antara di Kantor BPBD Jember.

Upaya paksa pengambilan jenazah pasien terkonfirmasi positif hingga menyebabkan sejumlah relawan kesakitan setelah dipukul hingga dilempari batu tersebut terjadi di Desa Jatisari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, pada Sabtu (17/7).

Menurut Djamil, relawan BPBD Jember memutuskan untuk kembali ke markas karena situasi tidak kondusif. Namun, ada warga yang mencoba menghadang relawan baik menggunakan kendaraan maupun yang berjalan kaki.

”Ada dua relawan yang mengaku dipukul. Salah satu relawan tangannya dipelintir hingga kesakitan dan terjatuh, bahkan ada relawan yang kepalanya terkena lemparan batu. Itu sungguh keterlaluan,” tutur Djamil.

Dia mengatakan, warga sepertinya tidak terima jenazah tersebut dimakamkan secara protokol Covid-19. Namun, caranya salah melakukan penganiayaan kepada relawan yang memakamkan jenazah yang terkonfirmasi positif.

”Kami hanya menjalankan tugas untuk memakamkan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga seharusnya warga bisa memahami tugas kami dan membantu untuk pemakaman,” ujar Djamil.

Djamil mengatakan kejadian serupa terkait penolakan keluarga terhadap pemakaman secara protokol Covid-19 sering terjadi. Namun, tidak separah yang terjadi di Desa Jatisari, Kecamatan Pakusari.

”Kami berharap jangan sampai kejadian penganiayaan kepada relawan pemakaman jenazah Covid-19 terulang kembali di Jember. Kami mendesak dilakukan proses hukum terkait kejadian tersebut,” ucap Djamil.

Selain itu, lanjut dia, BPBD Jember meminta jaminan keamanan bagi para relawan yang bekerja memakamkan jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebab, relawan terkadang pulang hingga pagi karena banyaknya jenazah yang dimakamkan.

”Kami hanya menjalankan tugas dan saat kejadian penganiayaan yang dilakukan warga terhadap relawan juga diketahui oleh kapolsek setempat dan muspika, sehingga kami tidak akan melaporkan kasus itu ke aparat kepolisian karena bukan delik aduan,” terang Djamil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore