
Ketua DPC PDIP Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Bambang Dwi Marwoto/Antara
JawaPos.com–DPC PDIP Kota Surakarta menyayangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai kader partai tak diundang pada acara penutupan HUT Ke-48 PDIP di Semarang. Acara itu juga sekaligus pengarahan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani kepada seluruh kader partai se-Jateng dalam rangka penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024.
Ketua DPC PDIP Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan, undangan yang dikirim tersebut untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP, anggota Fraksi PDIP Provinsi Jateng, dan anggota DPR. ”Saya menghubungi Gubernur Ganjar Pranowo menanyakan kenapa tidak hadir,” kata Rudyatmo seperti dilansir dari Antara, Senin (24/5).
Seandainya Ganjar Pranowo mempunyai kesalahan menurut penilaian DPD dan DPP PDIP, lanjut Rudyatmo, gubernur Jateng itu masih menjadi kader PDIP. Tidak diundangnya gubernur Jateng harus segera dicarikan solusinya.
”Gubernur harus dipanggil oleh pengurus DPD PDIP Jateng lalu dibicarakan atau diselesaikan secara internal serta tidak dipublikasikan melalui media. Jika gubernur itu dianggap salah atau tidak sesuai dengan aturan partai, diberikan surat peringatan satu hingga tiga kali,” ujar Rudyatmo.
Mantan Wali Kota Surakarta itu berharap agar Ketua DPD PDIP Jateng yang notabene Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu segera mengambil langkah bijaksana untuk memanggil gubernur Jateng.
”Semuanya calon presiden/wakil presiden ditentukan ketua umum PDIP. Saya mengalami sendiri pada zaman Pak Joko Widodo kemudian Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa,” tutur Rudyatmo.
Rudyatmo memperkirakan, pemilihan bakal pasangan calon presiden/wakil presiden di tubuh partainya juga seperti itu. Misalnya, Ganjar Pranowo tapi ketua umum PDIP tidak memberikan rekomendasi, tidak mungkin bisa mencalonkan melalui partai tersebut.
Dia yakin Gubernur Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP akan taat dan patuh terhadap aturan partai. Pasalnya, dalam aturan partai, tidak ada yang melarang calon atau rakyat Indonesia melakukan survei. ”Hal ini dianggap biasa dan wajar sehingga harus diselesaikan secara internal partai,” papar Rudyatmo.
Jika Ganjar dinilai kebablasan, menurut Rudy, Gubernur Jateng harus dipanggil. Jika sudah dipanggil dan diberikan peringatan tetapi masih melakukan gerakan-gerakan entah deklarasi pencalonan atau mengumpulkan tim, boleh dinilai kebablasan.
”Namun, saya menilai Gubernur Jateng selama ini belum ada gerakan-gerakan seperti melakukan deklarasi. Saya berharap masalah partai dapat diselesaikan di rumah internal partai,” ujar Rudyatmo.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
