
REWARD: Kasi Pelayanan Rutan Kelas IA Solo, Solichin saat berada di ruang kerjanya.
JawaPos.com – Menjadi sipir penjara bukanlah pekerjaan mudah. Selain harus menjaga dan memantau kondisi para napi, mereka juga diharuskan selalu siap dan waspada dengan kondisi sekitar. Di rutan Solo, setelah ramai pemberitaan terkait Sunarman, tugas Solichin pun juga bertambah.
Pasalnya selain harus memberikan perhatian khusus kepada napi dari Palu tersebut, Solichin yang menjabat sebagai Kasi Pelayanan Rutan Kelas IA Solo, juga terdorong mengawal Sunarman agar berjalan di track-nya.
Bukan tanpa alasan Solichin berniat mengawal Sunarman, ia mengapresiasi tindakan Sunarman yang menyerahkan diri ke rutan Solo, setelah sebelumnya kabur dari Palu, lantaran lapas di Palu porak-poranda diterjang gempa dan tsunami.
Sejak menempati Blok D khusus napi narkoba di rutan Solo, Solichin terus memantau keberadaan Sunarman. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada kejadian tidak diinginkan yang dialami oleh napi baru tersebut.
Solichin juga sering memberikan nasihat kepada Sunarman. Tujuannya agar Sunarman bisa memperbaiki kesalahannya. Perihal memberikan nasihat memang bukan hal baru bagi pria 35 tahun kelahiran Kabupaten Demak ini. Dirinya juga sering memberikan nasihat kepada napi lain.
Solichin paham benar bahwa tugasnya di rutan adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Dan memberikan nasihat kepada napi adalah menjadi bagian dari tugasnya.
Sebelum bertugas di rutan Solo sejak awal 2016 lalu, Solichin sudah bertugas di beberapa tempat. Mulai dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) anak kelas II A Martapura, Kalimantan Selatan, sampai dengan LP Tanjung, Kalsel.
Solichin, merampungkan pendidikan di Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) 2005. Selepas dari AKIP, suami dari Nayli Nada Sofa ini langsung bertugas di lapas anak kelas IIA, Martapura, Kalimantan Selatan. Banyak pengalaman yang didapatkannya selama bertugas di lapas tersebut. Salah satunya adalah berduel dengan salah seorang napi.
Hal itu dilakukan lantaran napi tersebut telah melanggar aturan dan terus menantangnya untuk berduel. Tetapi yang berduel dengannya bukanlah anak-anak, melainkan napi dewasa yang memang ditempatkan di lapas tersebut. Karena meskipun bernama lapas anak-anak, tetapi yang menghuni lapas tersebut mayoritas adalah orang dewasa.
"Ternyata itu semacam tes apakah petugas baru ini berani melawan napi atau tidak, dan saya berani dan mengalahkannya," kenang Solichin.
Tidak hanya itu saja pengalaman yang berkesan selama bertugas. Solichin juga sempat hampir buta saat bertugas di LP Tanjung, Kalimantan Selatan. Waktu itu, terjadi kerusuhan di lembaga pemasyarakatan tersebut. Kerusuhan terjadi saat petugas melakukan sidak narkoba di LP tersebut.
Kerusuhan pun pecah, dan napi melempar batu ke arah petugas. Saat itu, Solichin berada di barisan depan. "Dan mata sebelah kiri saya tertancap batu kecil dan mengenai korneanya. Saat itu pandangan langsung hilang dan saya tidak bisa melihat," cerita Solichin. Kondisi mata Solichin saat itu cukup parah. Bahkan dokter sudah memvonis jika dirinya akan buta. Tetapi, Solichin tidak putus asa.
"Saya bawa berobat ke Banjarmasin. Untuk perjalanan ke Banjarmasin butuh tujuh jam perjalanan darat, dan saya sendiri. Di sana saya akhirnya bisa sembuh kembali. Dokter mengatakan ini sebagai sebuah mukjizat karena luka yang saya alami cukup parah," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022