Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Juli 2018 | 04.25 WIB

Pemkot Solo Ingin Hapus Sawah Lestari

ILUSTRASI:  Pemkot Solo berkeinginan untuk menghapus lahan sawah lestari. Salah satu yang mendasari keinginan itu adalah lahan sawah lestari di kota Solo sudah tidak lagi produktif. - Image

ILUSTRASI: Pemkot Solo berkeinginan untuk menghapus lahan sawah lestari. Salah satu yang mendasari keinginan itu adalah lahan sawah lestari di kota Solo sudah tidak lagi produktif.

JawaPos.com - Pemkot Solo berkeinginan untuk menghapus lahan sawah lestari. Salah satu yang mendasari keinginan itu adalah lahan sawah lestari di kota Solo sudah tidak lagi produktif. Akan tetapi, untuk penghapusan tersebut Pemkot harus mengantongi rekomendasi atau izin dari Kementerian Pertanian (Kementan).


Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, keinginan untuk menghapus sawah lestari sudah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jateng. Akan tetapi, saat hal itu disampaikan ke Kementan, justru dari Kementerian menginstruksikan agar luasan lahan sawah lestari di Jateng ditambah.


"Makanya kami ingin meminta rekomendasi dari Kementan untuk menghapus lahan sawah lestari di Solo, ya karena memang sudah tidak produktif," urainya kepada JawaPos.com, Sabtu (21/7).


Selain dianggap tidak produktif, Rudy menambahkan, selama ini banyak yang melakukan pendirian bangunan di lahan bekas persawahan. Dan dalam proses pendirian tersebut ternyata banyak yang tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).


Dan Pemkot pun tidak ingin menjadi pihak yang disalahkan karena IMB tidak bisa diproses. "Sekarang banyak sawah yang sudah kering dan tidak lagi ada saluran irigasi. Hal ini karena saluran irigasi tidak lagi diperhatikan. Kalau dulu masih ada sumur bor," urainya.


Rudy juga mengatakan, bahwa ke depannya ada aturan bahwa luas lahan sawah lestari di perkotaan diwajibkan seluas 180 hektare. Padahal di Solo sudah sangat jarang keberadaan lahan. Maka dari itu, Wali Kota Solo itu menilai bahwa aturan tersebut sangat sulit untuk diterapkan di Kota Solo.


"Sekarang di Solo setiap satu kilometer persegi dihuni oleh 12 ribu jiwa, lalu mau ditempatkan di mana (sawah lestari)," tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore