Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Oktober 2018 | 02.02 WIB

Curi Dana Kartu Kredit Milik WNA, Dua Pemuda Dibekuk Polda Jatim

Wadirreskrimsus Polda Jawa Timur AKBP Arman Asmara Syarifuddin (kanan) dan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombespol Frans Barung Mangera menunjukkan sejumlah barang bukti yang dibeli kedua tersangka secara ilegal. - Image

Wadirreskrimsus Polda Jawa Timur AKBP Arman Asmara Syarifuddin (kanan) dan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombespol Frans Barung Mangera menunjukkan sejumlah barang bukti yang dibeli kedua tersangka secara ilegal.

JawaPos.com– Sepak terjang Marshall Dimas Saputra, 20, warga Gading, Tambaksari, Surabaya; dan Ferry Piscesa Dwi Cahya, 23, warga Blimbing, Malang harus berakhir. Mereka mendekam di penjara usai mencuri dana dari kartu kredit (carding) warga negara Amerika Serikat dan Jepang. Kejahatan itu mereka lakoni sejak 2 tahun lalu. 


Polisi membekuk keduanya berdasarkan patroli siber. Tak hanya menggelandang Marshall dan Ferry, korps bhayangkara juga menyita puluhan barang impor dari Amerika Serikat dan Jepang. 


Wadirreskrimsus Polda Jawa Timur AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, kedua tersangka memanfaatkan Facebook sebelum membobol kartu kredit. Mereka melacak akun-akun Facebook yang mencatat nomer kartu kredit. 


Setelah mendapat akun yang ditarget, kedua tersangka melakukan profiling terhadap biodata pemilik akun. Kemudian, mereka mulai menjebol kartu kredit dengan software khusus. "Kemudian, kedua tersangka memesan barang usai membobol kartu kredit seseorang yang didapat dari akun Facebook. Jadi, mereka tidak mencuri kartu kredit (secara fisik)," kata Arman, Kamis (18/10). 


Usai memesan barang dari Jepang dan Amerika Serikat, kedua tersangka lalu mencantumkan Malang dan Surabaya sebagai kota tujuan pengiriman. Atas aksi kedua tersangka, Arman mencatat kerugian yang diderita para pemilik kartu kredit mencapai Rp 500 juta lebih. "Mereka (tersangka) ini belajar secara otodidak. Rata-rata (barang yang diimpor) hanya dimiliki sendiri, meski ada juga yang dijual," jelas Arman. 


Sementara itu, Ferry membenarkan jika barang impor yang dibelinya secara ilegal itu kebanyakan hanya dikonsumsi sendiri. Dia mengaku jarang sekali menerima pesanan. Kalaupun ada, dirinya mengaku menjual barang dengan harga yang sangat miring. "Belum (pernah) ada pesanan. Barang ini digunakan sendiri. Saya pribadi, lebih suka pakai laptop saja. Tapi kalau ada yang pesan ya diberikan (dijual),” bebernya.


Berbeda dengan Ferry, Marshall lebih memilih menghabiskan dana curiannya untuk membeli tiket pesawat. Marshall mengaku, selama 2 tahun beraksi, tiket yang dibeli usai membobol kartu kredit mayoritas tujuannya ke luar negeri.  "Betul pak. Jalur (penerbangan) ke luar negeri, pak. Kalau ada yang pesan ke saya, harga 20 persen lebih murah. Saya belajar sendiri dari Google," akunya.


Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore