
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Asmaul Chusna/Antara
JawaPos.com–Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan, masih mempertimbangkan soal rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang akan dilakukan uji coba di sejumlah sekolah tingkat SMA dan sederajat di Kota Kediri.
”Insya Allah hari ini (18/8) rapat. Jadi, saya sudah dengar kabar dari provinsi bahwa mereka akan mengadakan KBM. Tapi menurut saya dan Forkopimda, tidak bisa ambil keputusan itu sebelum kita lihat beberapa aspek,” kata Abdullah Abu Bakar seperti dilansir dari Antara di Kediri.
Menurut dia, pemkot memang masih mengkaji soal KBM yang akan diselenggarakan di Kota Kediri tersebut. Sebab, hal itu masih berbahaya jika dilakukan. ”Kita harus lihat aspek. Itu kan kebijakan dari provinsi, masih bahaya menurut saya di Kediri,” tutur Abdullah Abu Bakar.
Sebanyak tiga sekolah tingkat SMA dan sederajat di Kota Kediri akan dilakukan uji coba pelajaran tatap muka secara terbatas, yang direncanakan mulai 18 Agustus.
Kepala Seksi Pendidikan Menengah Kejuruan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Sidik Purnomo mengatakan, tiga sekolah itu yakni SMAN 2 Kediri, SMK PGRI 2 Kediri, serta SLB Putra Asih Kediri. Dalam kegiatan tersebut, tetap menerapkan standar operasional yang ketat. Termasuk SOP keamanan, kesehatan untuk para guru, bagian tata usaha, dan sebagainya.
”Mereka juga sudah kami minta membuat standar operasional prosedur berkenaan keamanan dan kesehatan anak-anak, mulai dari berangkat dari rumah menuju ke sekolah, saat anak di lingkungan sekolah, saat anak di kelas, saat mengikuti kegiatan tatap muka, saat bel pulang sekolah, sampai kembali ke rumah,” kata Sidik.
Pihaknya mengakui banyak pertimbangan yang harus diputuskan sebelum ada kegiatan tatap muka. Selain internal sekolah, juga harus diperhatikan lingkungan apakah temuan Covid-19 cukup tinggi atau tidak. Jika tinggi, tidak diizinkan untuk belajar secara tatap muka.
Dia menambahkan, sebelum kegiatan belajar tatap muka benar-benar dilakukan, pihak sekolah harus memastikan terkait dengan perlengkapan demi mencegah Covid-19. Anak-anak dicek suhu tubuhnya saat di pintu gerbang dan wajib memakai masker. Selain itu, di sekolah juga harus ada pengaturan jalan masuk dan keluar dengan diberi jarak. Dianjurkan agar anak-anak mengenakan face shield. Tempat duduk juga dibuat berjarak. Kuota untuk anak yang masuk adalah maksimal 25 persen dari jumlah siswa.
”Yang penting saat di dalam ruang kelas menempati tempat duduk masing-masing, tidak boleh jalan berkeliaran, dan maksimal empat jam pelajaran. Tidak ada istirahat, tidak ada ekstra kurikuler, tidak ada olahraga yang bersifat fisik,” ujar Sidik.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=FVOcRDIbAgs
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022