
Robotaxi listrik di Qatar / Foto: (The Peninsula Qatar)
JawaPos.com — Qatar melanjutkan pengujian robotaxi listrik setelah 2.500 perjalanan pada fase pertama mencatat tingkat keberhasilan 94 persen. Hasil tersebut membawa proyek ke tahap berikutnya, ketika robotaxi mulai diuji tanpa pengemudi keselamatan di dalam kendaraan dan tetap dipantau dari jarak jauh pada rute yang telah disetujui.
Peralihan ini menjadi langkah penting bagi proyek mobilitas otonom Qatar. Sebelumnya, kendaraan masih beroperasi dengan pengemudi keselamatan yang siap mengambil alih kendali jika diperlukan. Kini, robotaxi berjalan pada rute yang telah disetujui dan dipantau dari jarak jauh.
Dilansir dari The Peninsula Qatar, Selasa (4/8/2026), Mohammed Jassim Al Shaibani, Kepala Teknik Lalu Lintas dan Keselamatan Jalan pada Kementerian Transportasi Qatar, mengatakan, “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama sejak proyek ini diluncurkan.”
Robotaxi tersebut menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan sensor canggih, termasuk LiDAR, untuk mengenali rute, memantau lingkungan sekitar, serta mengambil keputusan berkendara tanpa campur tangan manusia.
Teknologi tersebut tidak sekadar menggantikan pengemudi dengan perangkat lunak. Sistem transportasi cerdas ditempatkan pada perangkat di bagian atap kendaraan, yang menjadi pusat sensor dan teknologi navigasi. Setiap robotaxi dilengkapi enam kamera, empat radar, dan empat sensor LiDAR untuk membantu mendeteksi objek, membaca kondisi sekitar, serta mengendalikan kendaraan selama perjalanan.
Langkah Qatar juga menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan otonom tidak berhenti pada kemampuan teknologi. Kementerian Transportasi Qatar bersama Mowasalat (Karwa), perusahaan transportasi publik Qatar, perlu memastikan kesiapan aturan, rute, dan infrastruktur sebelum robotaxi dapat digunakan lebih luas.
Tahap pengujian tersebut telah disiapkan sejak Juni 2025, ketika Qatar mengumumkan uji operasional robotaxi listrik Level 4 di sejumlah kawasan wisata dan layanan. Sejak awal, pengujian dirancang bertahap untuk menilai kesiapan teknologi sekaligus menyiapkan kerangka regulasi dan infrastruktur pendukung. Fase pertama dilakukan tanpa penumpang dan dengan pengawasan tim khusus, sementara fase berikutnya diarahkan untuk membawa penumpang tanpa pengemudi.
Seiring berjalannya pengujian, masyarakat mulai mendapat kesempatan mencoba robotaxi tersebut dalam lingkungan terkendali di Pelabuhan Doha Lama pada Januari 2026. Kendaraan ketika itu masih diawasi petugas keselamatan di dalam mobil. Mohammed Abukhadija, Direktur Kantor Manajemen Strategi dan Pengembangan Bisnis Mowasalat, mengatakan, “Tujuan utama hari ini adalah agar semua orang datang dan mencoba, serta membangun kepercayaan terhadap Robotaxi.”
Upaya membangun kepercayaan tersebut menjadi bagian dari tantangan kendaraan otonom. Kemampuan mobil bergerak tanpa pengemudi harus berjalan bersama kesiapan penumpang untuk mempercayakan keselamatan mereka kepada sistem. Karena itu, Qatar memilih pengujian bertahap untuk memperkenalkan teknologi tersebut kepada masyarakat sekaligus menguji kinerjanya dalam kondisi jalan yang sebenarnya.
Dalam kerangka lebih luas, proyek tersebut merupakan bagian dari strategi kendaraan otonom Qatar dan agenda mobilitas cerdas negara itu. Kementerian Transportasi sebelumnya menyatakan pengujian robotaxi dimaksudkan untuk memaksimalkan teknologi transportasi canggih dan sistem publik yang lebih ramah lingkungan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
