Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Oktober 2018 | 00.27 WIB

Ramai Air PDAM Solo Berwarna Merah, Ini Pengakuan Pengelola Pabrik

TERCEMAR: Salah seorang petugas menunjukkan contoh air berwarna merah yang dikeluhkan warga. - Image

TERCEMAR: Salah seorang petugas menunjukkan contoh air berwarna merah yang dikeluhkan warga.

JawaPos.com - Penyebab pencemaran air di saluran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo hingga membuat warnanya menjadi merah sudah diketahui. Adalah limbah dari pabrik pewarna tekstil PT Mahkota Citra Lestari yang berada tidak jauh dari rumah pelanggan PDAM. Limbah tersebut dibuang ke saluran PDAM yang masuk ke rumah-rumah pelanggan.


Fakta ini terungkap setelah pihak PDAM mendatangi pabrik yang berada di jalan Adi Sumarmo, nomor 257, Banyuanyar, Banjarsari, Rabu (17/10). Tidak sekadar mendatangi dan meminta keterangan kepada pengelola pabrik, PDAM juga melakukan pembongkaran saluran pembuangan dari pabrik tersebut. Dan diketahui, ternyata saluran tersebut masuk ke dalam saluran air bersih PDAM.


Meski begitu, pengelola pabrik Lesi mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal saluran pembuangan limbah tersebut. Lesi berdalih, selama ini pabriknya sudah memiliki tempat penampungan limbah sendiri yang berada di dalam pabrik. Sehingga, limbah pembuangan dari hasil produksi pewarna tersebut langsung dibuang ke septic tank yang ada.


"Selama ini kami membuangnya di tempat pembuangan, kami memiliki tempat penampungan limbah sendiri. Akan tetapi, karena sejak dua minggu ada renovasi kami membuangnya di pembuangan depan," terangnya kepada JawaPos.com.


Lesi menambahkan, dirinya tidak mengetahui ternyata pembuangan tersebut masuk ke saluran PDAM. "Kami tidak mungkin sengaja membuang ke saluran PDAM, dan kami pun tidak ingin terjadi pencemaran lingkungan," ucapnya.


Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Tri Atmojo menuturkan bahwa air berwarna merah yang masuk ke rumah pelanggan adalah dari limbah pabrik PT Mahkota Citra Lestari. Kepastian ini didapatkan setelah pihaknya membongkar dan menemukan adanya sambungan pipa limbah pembuangan dengan pipa aliran air PDAM.
"Ini tersambung, jadi benar kalau limbahnya masuk ke pelanggan. Katanya tadi pemilik tidak mengetahui, karena sebelumnya sempat bocor karena di atas saluran itu sempat digunakan untuk parkir truk," ungkap Tri.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore