
LAPOR POLISI: Marzuki Mohammad, pencipta lagu Jogja Istimewa di Mapolda DIJ, Selasa (15/1)
JawaPos.com - Marzuki Mohammad melaporkan tindakan tidak mengenakkan berupa lagu yang diciptakannya 'Jogja Istimewa' digunakan kampanye ke Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Selasa (15/1). Ia merasa keberatan karena lagu itu mempunyai nilai historis baginya pribadi.
"Saya tidak terima lagu itu dipakai untuk kampanye. Karena lagu itu bagi saya mempunyai nilai historis yang sangat luar biasa, seperti tentang utang rasa saya terhadap Jogja yang saya cintai," kata Zuki, di Mapolda DIJ, Selasa (15/1).
Ia tak ingin mengingkari spirit maupun nilai-nilai yang ada dalam lagu itu. Hanya digunakan untuk kampanye Pilpres semata. Zuki juga mengaku belum ada yang menghubunginya mengenai orang yang bertanggung jawab. Atas lagunya yang diubah lirik dan dinyanyikan untuk kampanye.
"Sebelumnya tidak ada pihak yang menghubungi. Kalau ada pihak yang menghubungi pasti tak terjadi seperti ini," katanya.
Setelah tahu melalui media sosial, hanya ingin ada orang yang tanggung jawab memberikan pernyataan maaf secara resmi. Namun kenyataannya belum ada sama sekali. "(Video viral) itu ada watermark, yang share pertama kali itu yang saya laporkan. Setelah itu ditelusuri yang ganti lirik, kenapa terjadi peristiwa semacam itu," ucapnya.
Kasus ini bukan saja yang pertama kali. Namun sudah berkali-kali dialaminya. "Saya pernah somasi instansi pemerintah (lingkup Pemda DIJ) juga karena menggunakan lagu itu tanpa izin," katanya.
Penting baginya untuk mengatakan hal ini, karena itu sekaligus akan menjadi pendidikan ke depannya. "Ada hak-hak kekayaan intelektual dari seorang seniman yang harus dijaga, dan memang lagu saya berdaftar. Jadi kalau mau apa 2 ya harus izin dulu ke saya," ucapnya.
Untuk diketahui, lagu Jogja Istimewa yang diganti liriknya itu videonya beredar di media sosial akhir-akhir ini. Dinyanyikan oleh 'Emak-emak' atau Ibu-ibu mendukung pasangan Capres Prabowo Subianto.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
