
KUBAH BARU: Gunung Merapi di perbatasan Jateng DIJ masih terus bergejolak. Lava pijar kerap keluar dan terlihat jelas di malam hari dari kejauhan.
JawaPos.com – Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dan Jawa Tengah, sejak Mei 2018 hingga kini masih terus bergejolak. Setiap harinya puluhan kali gunung api aktif 'waspada' itu mengalami guguran yang terdeteksi dari alat pemantau milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta.
Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida menjelaskan, sejak Mei 2018 lalu gunung ini disebutnya mengalami fase erupsi yang bersifat efusif. Berupa pembentukan kubah lava baru, dengan adanya tekanan dari dalam perut kawah. “Intensitas pertumbuhannya masih rendah. Namun statusnya tetap waspada,” katanya, baru-baru ini.
Data terakhirnya dalam aktivitas Merapi yang dirangkum sejak 4 sampai 10 Januari 2019, secara visual cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari. Kemudian untuk siang dan sore hari berkabut.
Asap yang keluar dari kubah lava teramati berwarna putih, tebal, dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 450 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada tanggal 10 Januari 2019 lalu.
Untuk volume kubah lava per 10 Januari 2019 sebesar 439 ribu meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 3.400 meter kubik per hari, lebih kecil dari minggu sebelumnya. Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, yakni dibawah 20 ribu meter kubik per hari.
Dalam rentan waktu itu pula (4 sampai 10 Januari), kegempaan Gunung Merapi tercatat 19 kali gempa embusan (DG), 2 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 9 kali gempa Fase Banyak (MP), 289 kali gempa Guguran (RF). Kemudian, 7 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 11 kali gempa Tektonik (TT). Untuk kegempaan DG dan RF pada minggu ini lebih tinggi dari minggu sebelumnya.
Dari aktivitas selama periode itu disimpulkan, kondisi kubah lava masih stabil dengan pertumbuhan yang relatif rendah. Namun secara umum aktivitasnya masih cukup tinggi, untuk itu masih dalam status tingkat II atau Waspada.
Pihaknya memberikan saran agar dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung dikosongkan dari aktivitas penduduk maupun pendakian. “Lalu untuk masyarakat yang masih tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III supaya meningkatkan kewaspadannya,” ucapnya.
Selain itu juga, akan meninjau kembali terkait status Merapi, jika nantinya terjadi perubahan aktivitas. Ia juga mengingatkan agar pada musim hujan ini masyarakat yang biasa beraktivitas di sekitar sungai berhulu Merapi supaya mewaspadai bahaya lahar.
Sebagai antisipasi, BPBD Kabupaten Boyolali pun telah menyiapkan sejumlah posko terkait kebencanaan yang terjadi. Terlebih aktivitas merapi sangat aktif beberapa bulan terakhir.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo menyampaikan, bahwa saat ini sudah ada posko Merapi. Posko ini menjadi satu dengan posko untuk banjir dan tanah longsor. Dengan adanya posko Merapi ini diharapkan bisa mempercepat evakuasi atau penanganan jika sewaktu-waktu gunung Merapi terjadi erupsi.
“Posko ini selalu ada petugas yang berjaga, jadi setiap hari ada yang piket,” katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Di samping itu, sebagai kesiapsiagaan terhadap erupsi Merapi, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan BPBD Provinsi. Dan hasilnya adalah dengan adanya pemasangan sejumlah CCTV di beberapa wilayah yang masuk dalam zona merah erupsi Merapi. Seperti di Kecamatan Tlogolele, Jrakah dan Klakah.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan lurah setempat dan juga warga, jika nantinya terjadi erupsi lurah langsung bisa memantau melalui CCTV yang kami pasang,” katanya.
Selain hal di atas, jalur evakuasi apabila terjadi letusan juga sudah disiapkan, termasuk rambu-rambu keselamatan dan peringatan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
