JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pesta Seks di Jogja, Gus Miftah: Saya Istilahkan Seperti Kentut

14 Desember 2018, 17:46:57 WIB
Gus Miftah
Dai muda pengasuh pondok pesantren Ora Aji di Kabupaten Sleman, Gus Miftah (kiri) saat ditemui pada Jumat (14/12). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dai muda pengasuh pondok pesantren Ora Aji di Kabupaten Sleman, Gus Miftah mengungkap pernah mendengar adanya komunitas yang menggelar pesta seks di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Atas adanya penangkapan yang dilakukan oleh petugas Polda DIJ baru-baru ini pun, dirinya merasa ada ladang dakwah baru.

"Ini ladang dakwah saya yang baru, artinya saya kecolongan. Saya dulu sempat dengar itu soal pesta seks, saya kira hanya isu," kata Gus Miftah, saat ditemui di kediamannya, Jumat (14/12).

Penangkapan pada Selasa (11/12) oleh petugas Polda DIJ itu, menurutnya ada domain-domain baru yang ia belum masuki untuk berdakwah. Selain daripada tempat-tempat prostitusi, maupun tempat hiburan malam yang selama ini sudah dijadikannya lokasi berdakwah.

"Ini ada domain baru yang belum saya masuki. Kenapa tidak ngajak saya? Maksudnya supaya saya berdakwah," ucapnya.

Lanjut Gus Miftah, dirinya akan menelusuri terkait adanya dugaan komunitas pesta seks ini. Ia juga mengaku sudah mendapat bocoran terkait adanya perkumpulan orang tersebut, yang menurutnya mencontoh dari yang ada di Surabaya.

"Saya dapat bocoran informasinya ada komunitas ini mencontoh dari Surabaya. Karena kasus ini pernah muncul di Surabaya. Doakan saya untuk bisa masuk di tempat itu," kata dia.

Menurutnya, mereka yang berperilaku ikut dalam acara pesta seks akibat gaya hidup yang hedon. Hanya terprovokasi pada nafsu birahinya saja. "Mungkin juga mencontoh dari media sosial. Ini orientasi seks yang salah," katanya.

Untuk bisa masuk ke dalam komunitas itu, menurutnya tidak akan mudah. Pendekatan juga berbeda dibandingkan dengan tempat prostitusi maupun tempat hiburan malam. "Saya istilahkan seperti kentut, baunya ada tapi wujudnya dicari susah. Saya harus mencari mereka, nanti akan saya fasilitasi tempat dan lainnya untuk ngaji," pungkasnya.

Untuk diketahui, 12 orang diamankan oleh petugas dari Polda DIJ pada Selasa (11/12) malam di sebuah homestay yang ada di Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIJ. Ketika digerebek, mereka sedang melakukan pesta seks.

Ada 1 pasangan yang berhubungan badan, kemudian 5 pasangan lain melihatnya. Dalam penggerebekan itu, diamankan barang bukti, seperti botol minuman keras, sejumlah uang, alat kontrasepsi, dan handphone.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini