JawaPos Radar | Iklan Jitu

PDIP Sweeping Poster 'Raja Jokowi'

14 November 2018, 19:35:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Poster Raja Jokowi
POSTER: Kader dan relawan PDIP langsung bergerak menyisir sejumlah lokasi yang ditengarai menjadi tempat pemasangan gambar Jokowi bermahkota seperti raja. (dok. Radar Tegal/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - PDIP Demak terus mencari poster ‘Raja Jokowi’ yang tersebar di wilayah mereka. Sweeping pun masih mereka lancarkan menyusul adanya informasi bahwa stiker bergambar petahana Pilpres 2019 berbusana adat Jawa itu tertempel di 30 angkot jurusan Demak-Jepara PP.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Demak, Fahrudin Bisri Slamet, Selasa (13/11). "Infonya ada 30 angkot yang dipasang stiker. Sementara ini baru ada enam angkot yang kita dapatkan dan langsung dicopot stikernya," ujarnya.

Dikatakan Fahrudin, saat ini pihaknya menyiagakan beberapa kader di sepanjang rute trayek angkutan tersebut. Tepatnya, di tepi jalan Demak sampai menjelang Welahan, Jepara. Mobil berplat kuning dengan gambar 'Raja Jokowi' bakal langsung dihentikan.

Poster Raja Jokowi
DICOPOTI: Poster bergambar Jokowi berbusana raja terpasang di salah satu sudut daerah di Jateng baru-baru ini. (Istimewa)

Kita jelaskan kepada sopir-sopir bahwa yang dipasang itu bukan dari kita. Mereka dengan kesadaran lalu mencopotnya. Kita lanjutkan besok pagi sweeping-nya,” sambungnya.

Selain itu, Fahrudin mengatakan bahwa jajarannya juga menyasar kawasan perkampungan. Dengan menggandeng sejumlah pengurus anak cabang (PAC), patroli serta sweeping dilangsungkan manakala ditemui poster 'Raja Jokowi' bertebaran di area pemukiman atau sekedar pinggiran jalan. Bahkan dengan bantuan sopir-sopir angkot tadi.

“Tentu kita juga melibatkan seluruh kader hingga PAC untuk ikut aktif. Kalau menemukan poster di jalan, dipasang di pohon langsung copot,” tegasnya.

Lebih jauh, Fahrudin menegaskan bahwasanya penggunaan poster berkonten ‘Raja Jokowi’ merupakan cara kampanye sesat. Tidak mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat. Ia berpendapat jika rakyat sudah mengerti kalau Indonesia bukan negara kerajaan yang dipimpin seorang raja, melainkan presiden.

“Itu kampanye yang kasar, tidak mendidik dan yang terpenting adalah penghinaan kepada kecerdasan masyarakat. Masyarakat sekarang ini cerdas, dan sekarang alamnya demokrasi. Dengan memasang Pak Jokowi memakai mahkota berarti menganggap masyarakat kita tidak cerdas,” cetusnya.

Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto membeberkan petunjuk sebagai bukti dirinya mengetahui pihak di balik peristiwa tersebarnya poster 'Raja Jokowi' di beberapa kabupaten/kota se-Jateng. Yakni lokasi pertemuan yang menjadi tempat rapat para pemasangnya.

"Tak kasih bocoran dikit, rapat koordinasi lapangan dilakukan di Hotel Siliwangi, Semarang. Sudah pasti bukan PDIP," ujar pria yang karib disapa Bambang Pacul itu kala dihubungi, Senin (13/11).

Kendati demikian, ia tak merinci dari mana info tersebut diperoleh. Lagi pula, sejak awal atau untuk sementara ini, Bambang juga tak berminat membeberkan pelaku pemasangan poster bergambar petahana Pilpres 2019 Joko Widodo yang berbusana layaknya raja itu.

"Biarkan menjadi misteri lebih dulu. Karena kalau yang seperti ini, kemudian saya buka-buka bakal jadi kekacauan," sambungnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up