JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ramai Poster 'Raja Jokowi', PDIP Beberkan Siapa Dalangnya

13 November 2018, 18:05:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Poster Raja Jokowi
DICOPOTI: Poster bergambar Jokowi berbusana raja terpasang di salah satu sudut daerah di Jateng baru-baru ini. (dok. Istimewa) (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto membeberkan petunjuk sebagai bukti dirinya mengetahui pihak di balik peristiwa tersebarnya poster 'Raja Jokowi' di beberapa kabupaten/kota se-Jateng. Yakni lokasi pertemuan yang menjadi tempat rapat para pemasangnya.

"Tak kasih bocoran dikit, rapat koordinasi lapangan dilakukan di Hotel Siliwangi, Semarang. Sudah pasti bukan PDIP," ujar pria yang karib disapa Bambang Pacul itu kala dihubungi, Senin (13/11).

Kendati demikian, ia tak merinci dari mana info tersebut diperoleh. Lagi pula, sejak awal atau untuk sementara ini, Bambang juga tak berminat membeberkan pelaku pemasangan poster bergambar petahana Pilpres 2019 Joko Widodo yang berbusana layaknya raja itu.

PDI Perjuangan
ILUSTRASI: Munculnya poster bergambar Presiden Joko Widodo berbusana layaknya raja di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah membuat elite Partai PDIP risih. (dok. JawaPos.com)

"Biarkan menjadi misteri lebih dulu. Karena kalau yang seperti ini, kemudian saya buka-buka bakal jadi kekacauan," sambungnya.

Yang jelas, ia memastikan pemasangan poster dan rontek ini tak melalui koordinasi pihaknya. Atau Tim Kampanye Nasional (TKN) maupun Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin.

Lebih jauh, ia menerangkan poster atau rontek bertuliskan Raja Jokowi dan berlambang PDIP ini temuannya sudah bertambah. Dari 27 kabupaten/kota kemarin, per hari ini dikatakan Bambang jadi 31 kabupaten/kota.

"Per desa sepuluh buah. Tapi memang ada yang tidak masif. Seperti Solo, Sukoharjo, dan Wonogiri. Sekarang sudah pada melapor, sekarang 31 kabupaten/kota dan sudah diturunkan partai," lanjutnya.

Ribuan alat peraga kampanye itu, menurut Bambang, kini sudah dikumpulkan di kantor DPC masing-masing daerah. Dengan harapan, pemasangnya datang dan mau menjelaskan alasan di balik menggunakan metode kampanye macam itu. Atau cara yang dipandang Bambang kurang mencerdaskan serta merendahkan martabat Jokowi.

"Persepsi kami ini melecehkan, jangan-jangan persepsi yang masang enggak, itu ndukung Jokowi ya kemari, kita diskusi. Itu namanya downgrading halus," tegasnya sambil mengatakan adanya kemungkinan langkah hukum manakala kesepakatan tak diperoleh.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up