Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juni 2021 | 05.36 WIB

Satgas Madiun Temukan 66 Orang Positif saat Tes di Desa Bantengan

Sejumlah petugas melakukan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga, Minggu (13/6). Louis Rika/Antara - Image

Sejumlah petugas melakukan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga, Minggu (13/6). Louis Rika/Antara

JawaPos.com–Satgas Kabupaten Madiun menemukan  66 orang positif atau reaktif saat melakukan  tes cepat antigen terhadap ratusan warga di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kepala Desa Bantengan Hartanto mengatakan, tes cepat antigen itu dalam rangka menindaklanjuti ratusan warga desa yang mengalami gejala Covid-19 setelah menghadiri hajatan pernikahan salah satu warga setempat pekan kemarin. ”Ada warga yang mengalami gejala Covid-19 setelah datang pada acara hajatan. Kami lalu melaksanakan rapid test antigen, ternyata hasilnya ada 60 lebih warga pemohon yang hasilnya reaktif,” ujar Hartanto seperti dilansir dari Antara di Madiun, Minggu (13/6).

Menurut dia, atas temuan hasil positif tes cepat antigen tersebut, Pemerintah Desa Bantengan lalu melakukan isolasi mandiri skala mikro terhadap warga. Saat ini, pemerintah desa juga masih menunggu hasil tes usap puluhan warga sambil menunggu petunjuk dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

”Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh ke seluruh rumah warga desa,” kata Hartanto.

Dia menambahkan, meski ada beberapa warga yang mengalami gejala, belum ada yang dirujuk ke rumah sakit. Mereka baru sebatas memeriksakan diri ke dokter puskesmas setempat dan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Meski begitu, Pemerintah Desa Bantengan sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiagakan mobil ambulans jika sewaktu-waktu ada warga yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Guna memenuhi kebutuhan pangan warga yang menjalani isolasi mandiri, Pemerintah Desa Bantengan juga menyiapkan sejumlah logistik yang dibutuhkan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melalui petugas puskesmas setempat terus memperluas tracing atau pelacakan terhadap klaster acara pernikahan tersebut. Hal itu bertujuan untuk mendeteksi warga yang mungkin terpapar virus korona secara lebih cepat.

Sesuai data laman resmi https://infocovid19.jatimprov.go.id, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Madiun hingga 13 Juni masih cukup tinggi. Yakni menduduki posisi kedua di Jatim dengan jumlah 197 pasien. Adapun urutan kasus aktif teratas yakni Kabupaten Bangkalan dengan 483 pasien, Kabupaten Madiun dengan 197 pasien, Kota Surabaya dengan 173 pasien, Kabupaten Blitar dengan 155 pasien, dan Magetan 116 pasien.

Secara total, kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun hingga Minggu (13/6) mencapai 3.970 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 3.533 orang di antaranya telah sembuh, 197 orang dalam pemantauan, dan 240 orang meninggal dunia. Tambahan kasus per Minggu (13/6), konfirmasi baru 25 orang, sembuh tujuh orang, dan meninggal dunia nihil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore