Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Januari 2019 | 01.45 WIB

Prabowo Mundur Pilpres, Djoko Santoso: Saya Dukung Dong

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jenderal (Purn) Djoko Santoso saat menghadiri acara Bincang Asik dan Penting #Bising yang digelar oleh Gerakan Milenial Indonesia (GMI) di Syariah Radho Suites Malang, Minggu (13/1). - Image

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jenderal (Purn) Djoko Santoso saat menghadiri acara Bincang Asik dan Penting #Bising yang digelar oleh Gerakan Milenial Indonesia (GMI) di Syariah Radho Suites Malang, Minggu (13/1).

JawaPos.com - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jenderal (Purn) Djoko Santoso mengaku mendukung bulat apapun keputusan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Termasuk terkait kemunduran Prabowo apabila menemukan adanya potensi kecurangan dalam Pilpres.


"Saya dukung dong, dia (Prabowo) pimpinan saya," ujarnya saat menghadiri acara Bincang Asyik dan Penting #Bising yang digelar oleh Gerakan Milenial Indonesia (GMI) di Syariah Radho Suites Malang, Minggu (13/1).


Sebelumnya, sempat mencuat wacana Prabowo menyatakan mundur dari capres pilpres 2019 jika terdapat indikasi pencurangan atau rencana mencurangi pilpres oleh pihak tertentu. "Pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, maka Prabowo Subianto akan mengundurkan diri," terangnya. 


Menurutnya, salah satu indikasi adanya potensi kecurangan tersebut yakni adanya peraturan yang menyatakan bahwa orang gila diperbolehkan untuk mencoblos atau memberikan suara. "Masak orang gila disuruh nyoblos. Kita logis saja. Tuhan aja nggak memberikan tanggung jawab kepada orang gila," kata dia.


Djoko mengungkapkan, dirinya tetap mendukung pernyataan itu meskipun jika hal itu sampai terjadi, Prabowo bisa terancam pidana. "Pidana pidanakan aja. Kita udah kontrak mati kok, bahwa prajurit itu akan bertugas menegakkan keadilan dan kebenaran," jelasnya. 


Mantan Panglima TNI ini menyampaikan, dirinya bersama Prabowo sebelumnya telah melakukan teken kontrak saat memutuskan untuk masuk TNI. Sejak saat itu, keduanya memutuskan untuk selalu menjunjung kebenaran. "Karena kita lulus SMA 18 tahun itu sudah teken kontrak," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore