JawaPos Radar

Hendak Digusur, Warga Jebres Tolak Kompensasi Pemkot Solo

12/09/2018, 17:23 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penggusuran Warga
PROTES: Spanduk protes warga Jebres Tengah yang menempati lahan HP 105 milik Pemkot Surakarta, beberapa waktu lalu. (Damianus Bram/Radar Solo/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Warga jebres yang menempati lahan hak pakai (HP) Pemkot Solo nomor 105 menolak kompensasi yang ditawarkan oleh Pemkot. Sebaliknya, warga mendesak agar Pemkot melakukan pengukuran ulang guna memastikan lokasi rumah mereka berada di luar lahan perluasan Solo Techno Park (STP).

Penolakan itu disampaikan warga usai menghadiri pertemuan dengan Pemkot yang diwakili oleh Satpol PP, Rabu (12/9).

"Kami menolak kompensasi yang ditawarkan oleh Pemkot Solo yang bersedia pindah dari HP 105," tegas Bambang Ahmad Yusuf selaku Ketua Paguyuban Warga Jebres Demangan, usai pertemuan.

Sejatinya, Pemkot Solo sudah menawarkan kompensasi kepada warga senilai Rp 65 ribu per meter persegi. Selain itu, Pemkot juga akan menambahkan ongkos angkut material sebesar Rp 500 ribu untuk setiap bangunan yang dibongkar.

Dalam pertemuan yang diadakan di kantor Satpol PP sekaligus juga untuk menyampaikan kembali tawaran mengenai penyediaan tempat usaha dan relokasi ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).

Tawaran tersebut menurut Bambang cukup memberatkan warga. Pasalnya, saat warga menempati Rusunawa maka warga diwajibkan membayar uang sewa setiap bulannya. "Kalau harus membayar itu berat, dan kami jelas keberatan," ungkapnya.

Selanjutnya, Bambang meminta kepada Pemkot agar melakukan pengukuran ulang di lokasi yang saat ini ditempati warga. Hal ini dilakukan untuk memastikan batas tanah HP 105. Bambang meyakini, bahwa lokasi yang ditempati warga berada di luar lahan STP. "Kami menginginkan adanya pengukuran ulang, ini untuk memperjelas batas lahannya. Karena lahan yang ditempati warga berada di luar STP," tandasnya.

Menanggapi penolakan tersebut, Kepala Satpol PP Solo, Sutarja tidak mau ambil pusing. Yang terpenting selama ini Pemkot sudah memberikan tawaran kepada warga untuk bisa menempati Rusunawa. "Kami sudah menawarkan agar pindah ke Rusunawa, kalau memang menolak ya silakan," kata Sutarja.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up