Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juni 2021 | 18.18 WIB

Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus Turun

Penderita Covid-19 tenpa gejala dibawa ke Asrama Haji Donohudan Boyolali dari Rusunawa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Akhmad Nazaruddin Lathif/Antara - Image

Penderita Covid-19 tenpa gejala dibawa ke Asrama Haji Donohudan Boyolali dari Rusunawa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Akhmad Nazaruddin Lathif/Antara

JawaPos.com–Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat jumlah kasus Covid-19 saat ini turun 2,1 persen. Dari sebelumnya mencapai 1.987 kasus aktif jadi 1.946 kasus.

”Penurunan jumlah kasus Covid-19 tersebut, karena banyak yang sudah sembuh baik yang sebelumnya menjalani isolasi maupun yang dirawat di rumah sakit,” Pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Masut seperti dilansir dari Antara di Kudus.

Dia mencatat jumlah warga yang menjalani perawatan di rumah sakit memang berkurang. Dari sebelumnya mencapai 441 orang, pada Rabu (9/6) turun menjadi 437 orang. Jumlah warga yang menjalani isolasi, juga berkurang dari tanggal 8 Juni mencapai 1.546 orang, Rabu (9/6) berkurang menjadi 1.520 orang.

”Dari 1.520 orang yang menjalani isolasi, sebanyak 1.052 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah, sedangkan 468 orang menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan,” terang Masut.

Sementara itu, jumlah warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 pada Rabu (9/6) sebanyak 21 kasus, sehingga total yang meninggal sejak awal pandemi hingga kini mencapai 784 kasus. Sedangkan kasus sembuh bertambah 204 kasus sehingga total mencapai 6.854 kasus.

Untuk menekan mobilitas warga agar kasus Covid-19 di Kudus bisa turun, lanjut Masut, Pemkab Kudus mengeluarkan surat edaran di rumah saja. Awalnya hanya dua hari, kemudian diperpanjang hingga 9 Juni.

”Meskipun hanya sekadar imbauan, ternyata banyak pelaku usaha yang lebih memilih menutup usaha demi mendukung upaya pemerintah memerangi Covid-19 agar Kudus bisa terbebas dari pandemi sehingga aktivitas usaha juga menjadi lebih lancar,” tutur Masut.

Dia menambahkan, keputusan menutup semua objek wisata juga masih berlangsung dan belum ada pencabutan untuk mencegah kerumunan serta memutus mata rantai penularan Cpvid-19. Meski begitu, usaha kuliner yang masih tetap beroperasi, diminta turut mendukung dengan hanya melayani pembelian dibawa pulang dan tidak boleh makan di tempat demi menghindari kerumunan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore