Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Desember 2018 | 04.37 WIB

40 Napi Sialang Bungkuk Dikabarkan Kabur, Kakanwil Riau: Tidak Benar

RUTAN: Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Riau, saat dikabarkan ricuh, Minggu (9/12) sore. - Image

RUTAN: Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Riau, saat dikabarkan ricuh, Minggu (9/12) sore.

JawaPos.com - Media sosial di Riau saat ini tengah heboh. Pasalnya, beredar informasi tentang adanya sekitar 40 narapidana Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, yang melarikan diri, Minggu (9/12) sore. Masyarakat sekitar pun diminta waspada juga menutup rapat rumah. Bila ada orang tak dikenal jangan didekati apalagi dilayani.


Bisa jadi, mereka (narapidana) mencari sandera untuk bisa lepas lebih jauh. Wilayah yang sangat rawan, terutama sekali yang berdekatan dengan Lapas Sialang Bungkuk, seputar Kulim, Harapan Raya, Sail dan sekitarnya.


Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau M Diah pun angkat bicara terkait pesan singkat yang beredar di tiap WhatsApp grup tersebut. Ia menyatakan bahwa pesan itu hoax alias bohong. "Tidak benar adanya yang kabur," katanya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Minggu (9/12) malam.


Sementara itu, Diah menyebut bahwa pada Minggu (9/12) sore, suasana di dalam Rutan Sialang Bungkuk Klas IIB Pekanbaru, itu memang sempat memanas. Sebab para narapidana berbuat ulah. "Memang sore itu ada terjadi perselisihan paham antar tahanan dan telah (mereka) di amankan," kata dia.


Meski begitu, lanjut Diah, tidak benar mengenai adanya tahanan maupun narapidana yang melarikan diri. Hal itu telah dipastikan setelah petugas Rutan melakukan penghitungan terhadap jumlah warga binaan disana.


"Kondisi Rutan Pekanbaru kondusif. Ada beberapa yang melakukan perselisihan paham, tapi saat ini (mereka) sedang dimintai klarifikasi oleh petugas jaga sore itu," ucapnya yang saat ini tengah berada di Jakarta.


Sementara itu, menurut informasi yang didapatkan, sekitar pukul 16.30 WIB terdengar suara sirine yang cukup keras dari dalam Rutan yang terletak di Jalan Sialang Bungkuk tersebut. 


Menurut pantauan, dua gerbang yang ada di depan Rutan tampak ditumpuk dengan kayu dan benda lainnya. Diduga, itu untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa pada Jumat, 5 Mei 2017 lalu. Dimana, sekitar 300an warga binaan di Rutan tersebut berhasil membebaskan diri. Kaburnya ratusan tahanan dan narapidana tersebut, menjadi yang paling besar sepanjang sejarah.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore