
Jasad Surono yang dikubur di bawah Musala digali Tim Forensi Kepolisian Jember.
JawaPos.com - Kematian Surono yang tragis masih membuat penasaran warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember. Menghilang selama 7 bulan, jasad laki-laki yang berprofesi sebagai petani kopi itu ternyata dikuburkan di bawah lantai musala yang tak jauh dari kediamannya. Warga masih bertanya-tanya siapa sebenarnya pelaku yang menghabisi nyawa Surono.
Apakah orang luar yang mengincar kekayaannya, karena memiliki banyak kebun, atau keluarga sendiri yang memang ingin mengambil alih kebun tersebut?
Dalam penyelidikan yang dilakukan Polres Jember, polisi sudah mengamankan tiga orang. Mereka adalah Busani, 45, istri Surono; Bahar, 27, anak Surono dan seorang warga berinisial J. Ada keterangan menarik dari Busani saat diamankan di Mapolsek Ledokombo. Saat ditanya wartawan, Busani mengaku bahwa yang membunuh Surono adalah Bahar, anak kandungnya sendiri. Menurut Busani, Surono dibunuh karena diketahui jika Surono tidak suka kepada istri Bahar.
“Bahar memang sudah lama berencana (membunuh, Red) karena gak suka sama bapaknya,” ungkap Busani. Aksi pembunuhan itu diduga dilakukan Bahar di kamar korban. Setelah menghabisi korban, Bahar kemudian mengubur mayat ayah kandungnya itu di lantai musala.
“Yang ngerabat (mengecor, Red) sama yang masang fondasi itu ya Bahar. Kalau keramiknya tukang,” tegas Busani kepada Jawa Pos Radar Jember. Sementara itu, Bahar menuduh Busani, ibunya sendiri, yang telah membunuh Surono.
Korban dikenal sebagai orang yang baik, sabar, dan pendiam. Kesehariannya, dia sebagai petani kopi dan jarang merantau ke luar Jawa. “Hanya sekali pernah kerja di Bali,” kata Samsul, 45, warga setempat. Korban memiliki kebun kopi yang cukup luas di Ledokombo. Tak jarang, warga meminta bantuan Surono untuk ikut menjaga kebun kopi mereka. Rumah korban memang jauh dari permukiman warga lainnya.
Seperti diketahui, korban Surono menghilang 7 bulan yang lalu. Awalnya, tidak ada yang mencurigai hilangnya Surono, karena selama ini dia sering hidup merantau. Namun muncul kabar bahwa Surono hilang karena diduga telah dibunuh.
Dari perkembangan di lapangan diketahui ternyata Surono dihabisi oleh anaknya sendiri yakni Bahar. “Dari pengakuan itulah polisi akhirnya mengamankan tiga orang,” pungkas Wardoyo. Polisi saat ini sedang mendalami motif pembunuhan.
Semasa hidup, Surono dikenal sebagai pria pendiam. “Setiap menjaga kebun kopi milik tetangganya, tidak pernah meminta bayaran lebih,” ujar seorag kenalan dekatnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
