
ILUSTRASI: Bupati Demak, M. Natsir hari ini, Rabu (3/10) dilaporkan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng).
JawaPos.com – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah dikabarkan memeriksa Bupati Demak, M Natsir, Rabu (3/10). Pemeriksaan orang nomor satu di Demak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut aduan soal dugaan korupsi seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Demak tahun 2017.
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng, Kusnin pun membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Ia menyebutkan, pemeriksaan Bupati Demak bertempat di Kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang sekira pukul 08.00-11.30 WIB.
"Benar pada hari ini ada pemanggilan Bupati Demak terkait pengaduan pengisian perangkat desa. Bupati Demak diklarifikasi apakah dengan adanya pengisian perangkat desa itu ada uang APBD yang dikeluarkan. Ini masih tahap awal, belum penyelidikan. Hanya sebatas klarifikasi untuk mengumpulkan informasi, statusnya juga belum sebagai saksi," katanya.
Mengenai uang daerah itu, lanjutnya, yang mengetahui adalah Bupati dan pihak Badan Pengelolaan Keuangan Daerah. Namun, Kusnin menerangkan, menurut Natsir sampai saat ini belum ada uang daerah yang dikeluarkan untuk pengisian perangkat desa itu.
"Kalau uang dari pendaftar perangkat itu ada. Semua proses itu dibiayai oleh iuran dari masing-masing pendaftar," sambung Kusnin.
Iuran dari pendaftar perangkat tersebut, sebagaimana Kusnin terangkan, bukan diurus oleh penyelenggara pemerintah daerah. Melainkan diserahkan langsung ke masing-masing desa yang menyelenggarakan pengisian perangkat.
"Iuran itu dari perangkat desa atau paguyuban, tidak dari Bupati. Panitia dari desa masing-masing. Masih kami kejar apakah ada keterlibatan ASN," lanjutnya.
Selain Bupati Demak, menurut Kusnin, pemanggilan juga berlaku kepada kepala desa dan pihak-pihak bersangkutan lainnya. Intinya, Kejati saat ini masih mengembangkan dan mengumpulkan info kendati M. Natsir sendiri secara tegas menyatakan uang daerah yang keluar itu tidak ada.
"Tetap kumpulkan data sampai semua tuntas. Kalau memang ada kerugian negara maka akan kami teruskan ke tahap selanjutnya. Nanti kami juga akan panggil beberapa orang lagi untuk mengumpulkan informasi," tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
