Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 November 2018 | 00.38 WIB

Hotman Paris ke Medan, Ucok Durian 'Disulap' Layaknya Kopi Joni

Hotman Paris diserbu para fansnya saat berkunjung ke Ucok Durian, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Jumat (2/11). - Image

Hotman Paris diserbu para fansnya saat berkunjung ke Ucok Durian, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Jumat (2/11).

JawaPos.com - Kunjungan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea ke Kota Medan tidak disia-siakan oleh masyarakat, Jumat (2/11). Mereka yang terlibat kasus hukum, datang dan meminta nasihat kepada ‘The Most Dangerous Lawyer’ itu. 


Disela keriuhan para fans berfoto dengan Hotman, beberapa orang tampak kebingungan. Mereka membawa bundelan berkas. Menunggu Hotman punya waktu luang. 


Setelah ditunggu, Hotman tetap disibukkan para fansnya. Seorang perempuan berkerudung hitam panjang tiba-tiba menerobos kerumunan. Perempuan itu langsung mengadu. 


Dia mengadukan permasalahan tanah miliknya. Dia datang bersama ibunya. Bahkan sang ibu rela berhimpitan dengan orang lain, hanya untuk mendapat bantuan hukum dari Hotman. Yang bikin hati terenyuh, sang ibu datang menggunakan kursi roda. 


"Tanah ibuku dijual orang bang, Dijadikan pabrik sawit. jadi sekarang mereka gak ada bayar ganti rugi. Padahal sudah pernah diajukan. ini berkasnya sudah dibawa bang," katanya. 


Hotman langsung menanggapinya. Sang pengacara tajir itu langsung meminta Benny, asisten pribadinya, memeriksa berkasnya. 


Suasana Ucok Durian di Jalan KH Wahid Hasyim juga seakan tidak ada bedanya dengan Kopi Joni di Jakarta. Hotman menerima beberapa pengaduan.


Warga lainnya yang mengadu adalah Pahala Napitupulu. Aktifis gerakan rakyat itu mengadukan soal silang sengkarut lahan Sarirejo, Polonia, Kota Medan. Begitu berjumpa Hotman, Pahala langsung menjelaskan duduk perkaranya. Saling klaim tanah antara rakyat dan TNI AU dijelaskannya.


Hotman juga meminta Pahala bertemu Benny. Pahala pun menurut. kepada perempuan bernama Nurbaini Jannah itu, Pahala berkeluh kesah. 


Tanah yang selama ini diduduki mereka terus bersengketa. Dia berharap, Hotman bisa memecahkan masalahnya. Sayangnya tidak banyak waktu bercerita dengan Hotman. "Atau kami ke kantor Bang Hotman ke Jakarta ajah, Bu," kata Pahala. 


Benny mengiyakannya. Benny pun bertukar nomor telepon. Kopi Joni pun jadi pilihan tempat untuk pertemuan. "Nanti kalau udah di Jakarta WA saya dulu yah. Biar ketemu," ujarnya. 


Pahala pun berharap kasus itu bisa cepat selesai jika ditangani Hotman. Karena ‘The Most Dangerous Lawyer’ itu juga dikenal suka membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. 

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore