
ILUSTRASI: Bencana kekeringan di Jawa Tengah semakin parah
JawaPos.com - Bencana kekeringan di Jawa Tengah semakin parah. Bahkan, semenjak sebulan belakangan fenomena alam ini muncul, 12 Kecamatan dan 82 Desa di Grobogan menjadi terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Agus Sulaksono melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Budi Prihantoro menyebut, jumlah ini telah melonjak semenjak periode pengusulan kecamatan dan desa terdampak beberapa waktu lalu.
"Datanya dinamis ya, beberapa hari ini bertambah terus. Nambah satu, nambah dua. Awal pengusulan cuma tiga kecamatan, minggu berikutnya nambah. Begitu seterusnya," ujar Budi saat dihubungi, Kamis (2/8).
Menurutnya, daerah Grobogan bagian timur, khususnya kawasan yang didominasi hutan, sumber mata airnya sudah mengering. Semisal di Kecamatan Gabus, Kradenan, Pulokulon, dan Geyer. "Walaupun tidak semua, misal dari 12 (kecamatan) itu, ada satu dua desa nggak terdampak," sambungnya.
Ia pun mengakui di beberapa desa, terdapat sumber mata air yang tak mengering. Akan tetapi, tak mampu mengakomodasi seluruh daerah terdampak karena saking banyaknya.
Soal bantuan, lanjutnya, sejak Kamis (2/8) sore tadi, terhitung sudah ada 123 tanki air bersih yang terdistribusikan oleh BPBD. Selain itu, masih ada lagi kiriman dari pihak-pihak lain seperti dari Corporate Social Responsibility (CSR).
"CSR koordinatornya BAPPEDA, data rawan kekeringan kami kirim ke mereka. Biasanya nanti ada teman-teman entah pengusaha atau institusi manapun, nanti diarahkan BAPPEDA ke BPBD. Yang membantu ada dari Polres, PLN, Baznas, banyaklah. PMI bahkan sudah dialokasikan untuk 124 tangki," jelasnya.
Mengantipasi meluasnya lokasi terdampak kekeringan, Budi mengklaim, hingga detik ini pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Pasalnya, sudah ada beberapa daerah di luar 12 kecamatan tadi yang memulai ikut meminta bantuan.
"Kita berkumpul bersama perwakilan dari kecamatan, insitutisi macam Polres, PMI, Kodim. Sehingga tercipta alur yang jelas untuk segala upaya antisipasi, menyusul ini belum puncak kekeringan. Yang jelas kita setiap hari kirim air, kecuali Minggu," tandasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
