Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juli 2024 | 20.00 WIB

Sambal Bu Rudy Siap Ekspor ke Luar Negeri, Ternyata Sering Menang Jawa Pos Culinary Awards

KHAS SURABAYA: Bu Rudy berada di gerai pusat oleh-oleh miliknya di Surabaya Utara. (FRIZAL/JAWA POS) - Image

KHAS SURABAYA: Bu Rudy berada di gerai pusat oleh-oleh miliknya di Surabaya Utara. (FRIZAL/JAWA POS)

Sambal Bu Rudy siap ekspansi. Dalam beberapa bulan ke depan, sambal yang identik dengan oleh-oleh khas Surabaya itu diekspor ke luar negeri. Bu Rudy mengungkapkan bahwa semua perizinan telah selesai diurus. Mulai BPOM, PIRT, hingga sertifikasi halal Indonesia.

SITI AISYAH , Surabaya

---

BU Rudy mengakui bahwa pemberitaan dan media sosial memberikan dampak pada bisnisnya. Terlebih, dia juga berkali-kali menang dalam Jawa Pos Culinary Awards. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bu Rudy.’’Rasane ya seneng banget,’’ terang pebisnis yang bernama asli Lanny Siswadi tersebut.

Semua kesuksesan itu tidak terlepas dari dukungan keluarganya. Utamanya Pak Rudy. Pria dengan nama lengkap Rudy Siswadi tersebut ikut komplain jika ada makanan yang dirasa kurang rasanya.

Mengenai ekspor sambal ke luar negeri, kata dia, mereka menilai pasar itu ada. ’’Sambal Bu Rudy ada di luar negeri, tapi itu kan orang beli untuk oleh-oleh dan dibawa ke sana, bukan ekspor,’’ terangnya.

Dia lantas menunjukkan foto yang dikirim cucunya yang berkuliah di Australia. Dalam foto tersebut, sambal Bu Rudy dijual di salah satu supermarket di Australia. ’’Mungkin beli dari sini dan dijual di sana,’’ tambahnya.

Bu Rudy menjelaskan bahwa tawaran untuk ekspor ke luar negeri itu sudah lama ada. Banyak pengusaha Indonesia di luar negeri yang ingin menjual produk sambal Bu Rudy. Tapi, dulu pihaknya belum siap. Sebab, untuk ekspor, perizinan dan syarat-syaratnya lebih rumit. Tapi, tak berarti tawaran itu diabaikan begitu saja.

Anak-anak Bu Rudy mulai mempelajari cara mengekspor tiga sambal khas Bu Rudy. Yaitu, sambal bawang, sambal ijo, dan sambal terasi. Bukan hanya sambal, beberapa bumbu racikan Bu Rudy juga akan diekspor. Saat ini yang sudah siap adalah bumbu rawon, kare, dan empal.

Tim dari Bu Rudy juga mempelajari cara sterilisasi kemasan agar bakteri tidak mudah masuk karena produk sambal tersebut tidak memakai pengawet. Sambal Bu Rudy bisa tahan dua pekan di suhu ruang dan lebih lama jika dimasukkan kulkas.

Bu Rudy menjelaskan bahwa ada kemungkinan dalam beberapa bulan ke depan, proses ekspor itu bisa dilakukan. Jepang, Singapura, Brunei Darussalam, Hongkong, dan Tiongkok menjadi jujukan utama untuk ekspor nantinya. Sebab, di wilayah tersebut, banyak orang Indonesia, baik pelancong maupun yang bekerja di sana.

Bu Rudy menceritakan bahwa dirinya membangun bisnisnya dengan kerja keras. Salah satu kunci utamanya adalah kualitas masakannya yang tidak pernah berubah dan menurun sejak dahulu.

Saat ini Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy telah memiliki enam cabang dan sekitar 90 pegawai. Dia belum berencana menambah cabang lagi. Total sudah ada lebih dari seribu UMKM yang digandeng Bu Rudy untuk berdagang di gerai miliknya. Produknya mencapai lebih dari 4 ribu. Hal itu membuat Bu Rudy mendapatkan julukan sebagai Ibu UMKM.

Sejatinya, sejak awal Bu Rudy memang menampung beberapa produk UMKM, tapi tidak banyak. Saat pandemi, banyak pelaku UMKM yang menawarkan produknya ke Bu Rudy. Dia ingin menolong, tapi tempat usahanya dulu masih kecil dan sempit. (sha/c7/tia)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore