
TERKENANG: Sunarto Sumoprawiro alias Cak Narto menjadi wali kota Surabaya pada 1994 hingga 15 Januari 2002. (YUYUNG ABDI/DOK. JAWA POS)
Sosok mantan Wali Kota Surabaya Sunarto Sumoprawiro memberikan warna tersendiri bagi Kota Pahlawan. Selain dianggap Bonek sejati karena pernah menjadi ketua umum Persebaya, mantan anggota TNI itu dikenal sebagai bapake pedagang kaki lima (PKL). Cak Narto, begitu Sunarto Sumoprawiro disapa, juga berperan penting dalam pendirian Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya
---
Di era Cak Narto, terutama setelah krisis moneter pada 1997, PKL yang menjamur ditata dan diberi ruang untuk berjualan. Sebagaimana di Jalan Tunjungan yang jadi salah satu kawasan eksklusif PKL. Pada saat itu menjadi PKL adalah pilihan utama untuk menyambung hidup bagi banyak korban PHK massal. Dari berbagai literatur, jumlah PKL baru di Surabaya sampai 70 ribu saat itu.
Namun, mereka yang sebelumnya leluasa berjualan di trotoar, lapangan, taman, dan tempat umum itu akhirnya ditampung di pasar, lingkungan perkantoran, dan pusat perbelanjaan. Jejak kebijakan tersebut bisa dilacak di Keputusan Wali Kota Nomor 3 Tahun 1999 tentang Penataan Lokasi Usaha dan Pembinaan PKL di Kota Madya Daerah Tingkat II Surabaya yang ditandatangani Cak Narto.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui, beberapa kebijakannya saat ini untuk menata PKL juga terinspirasi dari Cak Narto. Namun, tentu dengan eksekusi dan gaya yang berbeda. Salah satunya, membuka Taman Surya depan Balai Kota Surabaya untuk para pedagang saat malam. Pedagangnya bukan PKL, melainkan UMKM, sehingga suasana balai kota ramai, tetapi tetap cantik dan estetis. ’’Apa yang saya lakukan tidak terlepas dari yang dilakukan zamannya Pak Purnomo, Cak Narto, Pak Bambang D.H., dan Bu Risma,’’ kata Eri.
Nama Cak Narto juga manis dikenang sebagai pemrakarsa program asrama untuk penerima beasiswa bibit unggul di Kalijudan pada Juli 1996. Anak-anak berprestasi dikumpulkan di asrama dan dibina hingga lulus kuliah.
Sementara itu, Cak Narto berperan dalam pendirian Masjid Nasional Al Akbar terkait kebijakannya untuk menghibahkan aset pemkot berupa lahan 11,2 hektare yang sekarang ditempati masjid tersebut. Humas Masjid Nasional Al Akbar Helmy M. Noor mengungkapkan, hibah itu dilakukan lantaran Cak Narto ingin ada masjid ikonik di Surabaya dan Jatim. Terlebih, Jatim memiliki banyak pesantren dibandingkan daerah lain. Itu kenapa letak Masjid Nasional Al Akbar berada di pintu tol. ’’Pengaruh Cak Narto sangat besar karena kalau tanah tidak dihibahkan, belum tentu saat ini ada Masjid Nasional Al Akbar,’’ kata Helmy.
Setiap ulang tahun masjid tersebut, para pengurus selalu berkunjung ke makam Cak Narto untuk mendoakannya. Pengurus juga selalu mengundang perwakilan keluarga Cak Narto untuk hadir dalam berbagai acara penting.
Cak Narto menjabat wali kota Surabaya mulai 1994. Karena ada reformasi, jabatan yang semula berakhir pada 1999 itu diperpanjang. Di luar berbagai kenangan manis yang diraih, Cak Narto juga merupakan sosok yang kontroversial. Jabatannya berakhir setelah diberhentikan DPRD pada 15 Januari 2002. Dia meninggal di Australia pada Februari 2003 saat berobat. (*/c12/jun)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
