
Ilustrasi
PERTEMUAN Presiden Jokowi dengan para pimpinan media di Istana Merdeka kemarin siang berlangsung gayeng. Dengan sangat gamblang dan lancar, presiden menjelaskan berbagai capaian pembangunan yang telah berjalan. Mulai pertumbuhan ekonomi 2016, pengembangan infrastruktur pelabuhan, hingga pembangunan jalan trans-Papua yang baru saja dia kunjungi. Semua diceritakan dengan sangat lancar, hafal di luar kepala.
Tapi, penjelasan itu terhenti sejenak tatkala presiden mengawali penjelasan tentang penegakan hukum. Suasana hening beberapa saat, setelah itu dia mengungkapkan komitmen pemerintah untuk tetap membubarkan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila. Menurut dia, organisasi itu sudah ada selama bertahun-tahun dan tetap dibiarkan. Pembubaran tentu saja melalui prosedur hukum dan saat ini sedang diurus Kemenko Polhukam.
Siapa pun tahu, organisasi masyarakat yang dimaksud presiden adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ormas Islam yang sebenarnya tidak terlalu besar, tapi gaung rencana pembubarannya membuat HTI dibicarakan di mana-mana. Sampai-sampai, presiden membuat suasana hening sejenak untuk memberikan penekanan penjelasan kepada pimpinan media bahwa masalah itu sangat penting.
Entah sudah dihitung konsekuensinya atau belum, publikasi rencana pembubaran HTI dilakukan menjelang pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Pro-kontra pun langsung mengiringi. Sebab, pilkada DKI telah ’’membangun’’ polarisasi masyarakat dengan kasus penistaan agama oleh petahana Basuki Tjahaja Purnama. Mayoritas umat Islam merasa tersakiti dan tidak sedikit yang akhirnya menaruh simpati pada HTI.
Media sosial menyambut peristiwa itu dengan sangat liar. Ada yang mendukung pembubaran, ada pula yang mengkritik pemerintah bersikap lebay. Lebih parah, ada yang membuat analisis bahwa sikap pemerintah sangat reaktif terhadap apa pun yang berbau Islam. Foto dan video perbandingan perlakuan polisi terhadap aksi bela Islam dan aksi peduli Ahok berseliweran di media sosial. Yang satu dibubarkan paksa dengan alasan batas waktu, yang satu lagi dibiarkan sampai malam.
Begitulah, media sosial dengan bebas membuat gambaran dengan framing sesuka hati. Termasuk, membuat kesan reaktifnya Bareskrim Mabes Polri yang memeriksa pengurus Masjid Mujahidin di Surabaya atas laporan dugaan ujaran kebencian dalam sebuah tausiah Subuh.
Bibit polarisasi telanjur tumbuh mengiringi pilkada DKI Jakarta. Harapan bahwa polarisasi itu terurai setelah pilkada usai ternyata tidak terwujud. Saling hujat lewat media sosial dan penggambaran sikap pemerintah yang timpang terhadap kelompok masyarakat tertentu semakin membuka jurang perpecahan. Bukan tidak mungkin, polarisasi itu akan sengaja dijaga oleh pihak tertentu untuk menuju Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.
Sangat penting bagi pemerintah, khususnya presiden, untuk memberikan perhatian lebih dalam masalah polarisasi itu. Mungkin sudah saatnya dicari penasihat yang benar-benar memahami dinamika terbaru kehidupan beragama, khususnya Islam di Indonesia. Penasihat yang membantu membangun jembatan antara pemerintah dan semua kelompok masyarakat, bukan yang malah memutus komunikasi.
Jangan sampai presiden yang merupakan representasi pemerintah dikesankan terbawa dalam polarisasi dan menjauh dari umat. Apalagi jika ujung-ujungnya adalah hajatan politik 2019. (*)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
