Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 15.47 WIB

Transportasi Umum Makin Luas tapi Jakarta Tetap Macet Parah

Ribuan penumpang KRL setiap hari menjalani aktivitas untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ribuan penumpang KRL setiap hari menjalani aktivitas untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kebijakan perluasan jangkauan transportasi umum hingga penerapan lampu lalu lintas berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) belum cukup ampuh menahan laju pertumbuhan kendaraan pribadi di Ibu Kota.

Angka kemacetan lalu lintas Jakarta tercatat masih tinggi, bahkan porsi warga yang memanfaatkan angkutan umum justru mengalami penurunan.

Data Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat setidaknya ada 50 ruas jalan utama yang masuk kategori heavy traffic atau lalu lintas sangat padat sepanjang Triwulan III 2026. 

Sebagian besar penumpukan kendaraan menumpuk di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat pada jam-jam sibuk.

Meskipun cakupan layanan angkutan umum di Jakarta diklaim telah menembus angka 93 persen, fakta di lapangan menunjukkan dinamika yang mengejutkan. Berdasarkan data TomTom Traffic Index 2025, tingkat kemacetan Jakarta melonjak hingga 59,8 persen.

Akibatnya, para pengendara rata-rata kehilangan waktu hingga 125 jam per tahun hanya untuk terjebak kemacetan di jam sibuk.

Kondisi ini diperparah oleh penurunan partisipasi masyarakat dalam menggunakan moda transportasi massal. 

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) DKI Jakarta 2025 mencatat mode share transportasi publik turun menjadi 19,15 persen, padahal pada periode sebelumnya sempat menyentuh angka 22,19 persen.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli menegaskan, strategi penanganan kemacetan Jakarta tidak bisa dinilai berhasil hanya dari bertambahnya armada atau perluasan infrastruktur.

"Ukuran akhirnya adalah berapa banyak warga yang benar-benar meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih secara permanen ke angkutan umum," ujar Taufik kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore