
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan memastikan pos gizi di setiap kecamatan mempercepat penanganan stunting di Tangsel. (Humas Pemkot Tangsel)
JawaPos.com - Dengan mengandalkan pos gizi di setiap kecamatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mempercepat penanganan stunting. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan hal itu. Dia memastikan, Pemkot Tangsel mengawal perkembangan setiap anak selama periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
Tidak hanya itu, ibu hamil dan ibu menyusui juga mendapatkan atensi. Menurut Pilar, penguatan pos gizi merupakan salah satu bagian dari ikhtiar pemerintah dalam memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya pada periode 1.000 HPK yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Itu penting untuk menunjang perkembangan otak, pertumbuhan fisik, serta daya tahan tubuh.
”Pos Gizi bukan hanya tempat pemberian makanan tambahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bermain dan tumbuh,” kata dia dalam keterangan resmi pada Kamis (24/9).
Di Tangsel, Pilar menjelaskan bahwa program Pos Gizi sudah berjalan sejak 2023 lalu. Sampai saat ini program itu masih terus bergulir dan dikembangkan agar menjadi lebih tepat sasaran. Pemkot Tangsel, kata dia, menargetkan setiap kecamatan memiliki sedikitnya 2 pos gizi yang didukung oleh kader kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut ditunjang dengan penyediaan makanan bergizi tambahan yang disiapkan dengan menggandeng pelaku UMKM lokal. Tentu saja, Pemkot Tangsel memilih UMKM yang sudah memenuhi kualifikasi. Menu yang diberikan juga mendapat pengawasan ahli gizi dari Dinas Kesehatan Tangsel.
Sebagai pejabat yang ditunjuk menjadi ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tangsel, Pilar menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai intervensi untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian penanganan stunting di Tangsel.
”Alhamdulillah, angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Namun demikian, capaian tersebut tidak serta-merta membuat Pemkot Tangsel berpuas diri. Pilar memastikan, instansinya akan terus memperkuat program penanganan stunting agar kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tangsel semakin sehat, unggul, dan berdaya saing.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan pos gizi. Menurut dia, itu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat intervensi berbasis masyarakat. Selain memberikan makanan bergizi, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022