Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 23.17 WIB

Tak Bisa Instan, Melihat Dampak MBG terhadap Stunting Butuh Bertahun-tahun

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi, Aman Bhakti Pulungan. (Dimas Choirul/JawaPos.com) - Image

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi, Aman Bhakti Pulungan. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com - Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penurunan stunting tidak bisa dinilai dalam waktu singkat. Evaluasi perlu dilakukan secara berkala dengan melihat perkembangan angka stunting, termasuk di daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi, Aman Bhakti Pulungan mengatakan efektivitas intervensi gizi terhadap stunting perlu dilihat setidaknya melalui evaluasi angka stunting setiap tahun.

"Ya nanti kita harus melihat dong, paling tidak ya setiap tahun dinilai angka stunting kita kan? Apakah menurun apa tidak. Tapi kan memang penurunannya itu kan tidak bisa gampang dinilai seperti itu. Harus secara nasional tentunya," kata Aman kepada JawaPos.com usai acara Media Briefing di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (22/9).

Menurut dia, evaluasi juga perlu dilakukan secara lebih spesifik di daerah yang memiliki persoalan stunting cukup tinggi. Dengan begitu, dampak intervensi dapat dilihat berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.

"Misalnya daerah yang paling banyak stunting kita lihat berapa persen di situ," ujar Aman yang juga sebagai Ketua Umum Yayasan Kesehatan Anak Global itu.

Aman menjelaskan, intervensi yang menyasar ibu hamil membutuhkan waktu untuk dapat dinilai dampaknya terhadap pertumbuhan anak. Masa kehamilan hingga kelahiran menjadi salah satu periode yang perlu diperhatikan.

"Paling tidak memang harusnya itu kan kehamilan itu kan 9 bulan kan, ya minimal 1 tahun kita menilai setelah itu, minimal paling tidak," jelasnya.

Penilaian kemudian tidak berhenti setelah anak lahir. Jika dikaitkan dengan panjang badan saat lahir, pertumbuhan anak perlu terus dipantau hingga usia balita.

"Nah setelah itu kan kita ikutin lagi dia kan sampai umur 5 tahun kan," lanjut Aman.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore