Ketua PMI Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany saat menyalurkan 16.000 liter air bersih. (Istimewa)
JawaPos.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan menyalurkan 16.000 liter air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 bulan guna meringankan beban warga.
Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI. Peringatan tahun ini difokuskan terhadap kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Air bersih dibagikan kepada warga Kecamatan Setu. Selain air bersih, warga juga mendaoat 100 galon air minum.
“Kami merayakannya dengan kegiatan sosial, distribusi bantuan air bersih, cek kesehatan gratis, donor darah, dan aksi sosial lainnya,” ujar Ketua PMI Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, Senin (21/9).
Kemarau panjang yang melanda membuat warga kesulitan mendapat air bersih. Oleh karena itu, kegiatan ini dibuat agar meringankan beban masyarakat.
“Kami berharap kegiatan peringatan HUT ke-81 PMI dapat memberikan manfaat untuk masyarakat, terutama masyarakat yang saat ini terdampak kekeringan,” imbuhnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Kelurahan Keranggan tercatat sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak kekeringan. Untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih, PMI Kota Tangsel merancang sinergi yang matang bersama pemerintah daerah.
Kerja sama ini berupa pemnagian waktu pelayanan. PMI Tangsel fokus pelayanan pada akhir pekan. Sedangkan pemerintah daerah selama hari kerja.
“Kami hanya mengisi dari apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Tangsel dalam penanganan kekeringan dari Senin–Jumat. Sabtu dan Minggunya dari kami, PMI Kota Tangsel,” imbuhnya.
Tidak berhenti pada penyaluran sesaat, Airin memastikan bahwa program mitigasi dan distribusi air bersih ini dirancang sebagai program jangka menengah untuk meringankan beban warga hingga kondisi stabil.
“Insya Allah kita akan lakukan sampai Desember. Selama tiga bulan kita akan salurkan air bersih di Keranggan dan semoga bisa membantu apa yang menjadi persoalan di lapangan, khususnya masyarakat di Keranggan,” tegasnya.
Mantan Wali Kota Tangsel ini menegaskan, PMI akan melakukan upaya maksimal dalam meringankan beban masyarakat. Terlebih musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung cukup lama.
“Di luar krisis air bersih, PMI Tangsel secara berkesinambungan juga tetap siaga memberikan layanan esensial lainnya seperti ambulans gawat darurat, pelayanan donor darah, dan berbagai aksi kemanusiaan di tingkat akar rumput,” tandasnya.