
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal saat meninjau bantuan yang akan dikirim ke NTT beberapa waktu lalu.
JawaPos.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bergerak cepat menangani krisis suplai air bersih yang melanda kawasan destinasi wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara. Langkah darurat dan koordinasi lintas sektor terus dimaksimalkan agar kebutuhan dasar masyarakat serta aktivitas pariwisata setempat tidak semakin terganggu.
Krisis air bersih tersebut telah menjadi perhatian serius pemerintah sejak beberapa hari lalu setelah menerima laporan dari Asosiasi General Manager (GM) Hotel di Gili Trawangan. Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal langsung menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Dinas Pariwisata, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Gubernur menjelaskan bahwa persoalan air di kawasan Gili tidak sederhana karena bersinggungan langsung dengan aspek regulasi, izin lingkungan, serta proses hukum yang sedang berjalan. Kendati demikian, pemenuhan kebutuhan pokok air bersih bagi warga dan wisatawan tetap harus diutamakan.
Untuk menjaga kelangsungan pelayanan publik dan sektor pariwisata, Pemprov NTB mendorong skema diskresi operasional bagi perusahaan penyedia air selama kurun waktu enam bulan ke depan. Opsi ini disiapkan sebagai solusi transisi agar pasokan air dapat segera mengalir sembari proses penyelesaian hukum dan perizinan ditempuh.
Langkah kedaruratan tersebut juga telah dikomunikasikan secara langsung oleh Gubernur Iqbal kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Menteri LH, kata Iqbal, menyampaikan komitmen untuk membantu mencarikan solusi. Pemprov NTB selanjutnya akan memformalkan langkah tersebut melalui koordinasi dan surat resmi antar-lembaga.
Dalam pembicaraan tersebut, pihak kementerian menyetujui dan mendukung upaya pencarian solusi darurat atas kondisi krisis air di pulau wisata tersebut.
"Dua hari lalu saya sudah berbicara langsung dengan Pak Menteri Lingkungan Hidup untuk menjelaskan situasi kedaruratan (emergency) ini. Suplai air harus tetap berjalan karena menyangkut kehidupan masyarakat, pelayanan publik, dan keberlangsungan sektor pariwisata," ujar Iqbal di sela kunjungannya ke Gili Meno bersama Putri Mahkota Swedia Victoria, Minggu, 6 September 2026.
Atas ketidaknyamanan yang terjadi, Gubernur Iqbal menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat, pelaku usaha pariwisata, hingga para wisatawan. Pihaknya berjanji bersama seluruh pemangku kepentingan akan memastikan air bersih kembali mengalir normal dalam satu hingga dua hari ke depan.
Sebagai penanganan jangka pendek sambil menunggu jaringan pipa utama berfungsi penuh, Pemkab Lombok Utara telah menerjunkan bantuan pengiriman (dropping) air bersih secara berkala untuk kebutuhan harian warga di lokasi terdampak.
Mengalirkan kembali jaringan air bersih yang ada dinilai sebagai pilihan paling realistis untuk jangka pendek hingga beberapa bulan mendatang. Namun, Pemprov NTB menegaskan bahwa skema ini bersifat sementara hingga ditemukannya penyelesaian yang permanen dan sah secara hukum.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
